Potensi penguatan rupiah masih terbuka
Kamis, 02 Januari 2014 - 08:13 WIB
Potensi penguatan rupiah masih terbuka
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan tahun 2014 diharapkan tren penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan 2013 lalu masih bertahan, sehingga mampu membawa rupiah pada laju penguatan berikutnya.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, setelah sehari sebelumnya kembali mengalami tekanan, laju rupiah di akhir perdagangan tahun 2013 berhasil menguat.
"Pelaku pasar sedikit melakukan penyesuaian dengan laju rupiah agar ikut menguat seperti halnya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)," ujar Reza, Kamis (2/1/2014).
Reza menambahkan, selain itu pelaku pasar juga memanfaatkan menguatnya laju euro dengan melepas posisi pada USD, terutama setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan belum diperlukannya memangkas suku bunga acuan untuk mendorong penguatan nilai euro.
Rupiah pun masih berada di bawah rentang Rp12.200 per USD, namun tren penguatan diharapkan bisa membawa rupiah keluar dari zona merah.
"Laju rupiah di bawah target support Rp12.280 per USD. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.220-12.216 per USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia," tutur dia.
Pada perdagangan akhir tahun lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup di level Rp12.171 per USD. Posisi itu terapresiasi 39 poin dibanding penutupan Senin (30/12/2013) di level Rp12.210 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp12.189 per USD atau terapresiasi 81 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.270 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, setelah sehari sebelumnya kembali mengalami tekanan, laju rupiah di akhir perdagangan tahun 2013 berhasil menguat.
"Pelaku pasar sedikit melakukan penyesuaian dengan laju rupiah agar ikut menguat seperti halnya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)," ujar Reza, Kamis (2/1/2014).
Reza menambahkan, selain itu pelaku pasar juga memanfaatkan menguatnya laju euro dengan melepas posisi pada USD, terutama setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan belum diperlukannya memangkas suku bunga acuan untuk mendorong penguatan nilai euro.
Rupiah pun masih berada di bawah rentang Rp12.200 per USD, namun tren penguatan diharapkan bisa membawa rupiah keluar dari zona merah.
"Laju rupiah di bawah target support Rp12.280 per USD. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.220-12.216 per USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia," tutur dia.
Pada perdagangan akhir tahun lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup di level Rp12.171 per USD. Posisi itu terapresiasi 39 poin dibanding penutupan Senin (30/12/2013) di level Rp12.210 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp12.189 per USD atau terapresiasi 81 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.270 per USD.
(rna)
Lihat Juga :