Hatta: Harga elpiji 12 kg kewenangan Pertamina

Kamis, 02 Januari 2014 - 12:45 WIB
Hatta: Harga elpiji...
Hatta: Harga elpiji 12 kg kewenangan Pertamina
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg).

Hatta mengatakan, penetapan harga elpiji 12 kg sepenuhnya merupakan kewenangan PT Pertamina karena tidak ada subsidi pemerintah untuk produk gas ukuran tersebut.

"Memang itu corporate action karena pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga elpiji itu (nonsubsidi), kecuali menyangkut subsidi. Kalau saya punya keinginan tentu kita tahan jangan dulu (naik)," kata Hatta di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Menurut Hatta, Pertamina memiliki alasan kuat untuk menaikkan harga elpiji 12 kg, mengingat harganya yang memang sudah tidak sesuai dengan besarnya biaya produksi.

"BPK sudah menemukan kerugian harga yang tidak sesuai dengan produksinya di bawah harga-harga pokoknya," kata Hatta.

Sebelumnya, Pertamina telah mengumumkan bahwa perusahaan mencatat rugi sekitar Rp5 triliun akibat ketimpangangan beban produksi dan harga jual elpiji nonsubsidi tersebut, bahkan sebelum terpengaruh depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Sementara, dengan adanya depresiasi rupiah terhadap USD, kerugian Pertamina bertambah sebesar Rp700 miliar menjadi Rp5,7 triliun. Besarnya kerugian ini mendorong Pertamina segera menaikkan elpiji nonsubsidi.

Menurut Hatta, Pertamina hanya membuka jalur konsultasi dengan pemerintah terkait waktu yang paling baik menaikkan elpiji 12 kg.

"Karena memang tidak perlu minta izin dulu karena waktu itu sebaiknya cari waktu yang tepat. Sudah menjadi temuan BPK, jadi kita tidak bisa mengintervensi perusahaan yang sudah ditetapkan dalam RUPS-nya," kata Hatta.

Sekedar informasi, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 pukul 00.00, Pertamina memberlakukan harga baru elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
27 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
45 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved