Harga elpiji 12 kg naik bakal dorong inflasi

Kamis, 02 Januari 2014 - 16:46 WIB
Harga elpiji 12 kg naik...
Harga elpiji 12 kg naik bakal dorong inflasi
A A A
Sindonews.com - Anggota DPR Komisi VII Dewi Aryani meminta pemerintah dan Pertamina meninjau ulang kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram (kg) karena kenaikan tersebut dapat mendorong inflasi.

Menurut dia, besaran kenaikan inflasi bergantung pada seberapa besar kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg.

“Pertamina sebagai entitas bisnis berhak mengatur harga produknya, tapi jangan lupa Pertamina adalah milik rakyat. Efek domino seperti ini harus menjadi perhatian serius,” kata dia, Kamis (2/1/2014).

Vice President LPG & Product Gas Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto menuturkan bahwa aksi korporasi menaikan harga elpiji kemasan 12 kg menuyusul tingginya harga pokok elpiji di pasaran dibarengi dengan turunnya nilai tukar rupiah terhadap USD, sehingga menyebabkan kerugian perusahaan semakin besar.

“Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyesuaian harga (untuk menekan kerugian). Kenaikan ini juga tidak sepenuhnya dilakukan berdasarkan harga keekonomian,” kata dia.

Lebih lanjut Gigih mengatakan bahwa perseroan tetap mengalami kerugian kendati dilakukan kenaikan harga elpiji. Pasalnya, Pertamina tetap mencairkan subsidi sebesar Rp2,1-2,2 triliun.

“Dengan maupun tanpa kenaikan harga elpiji, Pertamina tetap menanggung rugi,” ujar Gigih.

Gigih menjelaskan, kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg merupakan hal yang realistis karena satu tabung elpiji dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga hingga satu setengah bulan. Bahkan, kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg telah dikaji dan disesuaikan berdasarkan upah minimum provinsi (UMP).

“Kenaikan harga juga telah sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Februari 2013,” ujar dia.

Sekedar informasi, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 pukul 00.00, Pertamina memberlakukan harga baru elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg.

Sementara itu, Badan Pusat Statisitik (BPS) mencatat bahwa inflasi Desember 2013 sebesar 0,55 persen dipicu naiknya harga pangan dan harga komoditas energi, seperti elpiji 12 kg.

"Sudah ada pengaruh kenaikan harga elpiji, inflasi dari sektor energi seperti BBM, TDL, dan elpiji mencapai 0,07 persen," ujar Kepala BPS Suryamin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
7 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
7 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
7 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
8 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
8 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved