Diwarnai kejatuhan Dow Jones, IHSG berpotensi melemah

Jum'at, 03 Januari 2014 - 08:10 WIB
Diwarnai kejatuhan Dow...
Diwarnai kejatuhan Dow Jones, IHSG berpotensi melemah
A A A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan perdana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menunjukkan keperkasaannya. Sayangnya pada hari kedua ini, angin segar tampaknya tak memihak setelah indeks Dow Jones melemah dan menjadi sentimen negatif bagi laju IHSG.

"Nampaknya masa eforia January Effect kenaikan IHSG tidak bisa berlangsung lama karena merujuk kejatuhan tajam Dow Jones, saya memperkirakan, for sure IHSG Jumat ini akan turun alias terkena tekanan jual," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Jumat (3/1/2013).

Padahal, kata Edwin, secara teknikal laju IHSG masih berada pada tren bullish yang artinya masih membuka peluang penguatan. Dia memprediksi, IHSG akan berada dalam rentang 4.271-4.355.

“Pola two white soldiers terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation (penguatan lanjutan)," papar dia.

Dengan adanya potensi pelemahan tersebut, kata Edwin, perlu diwaspadai saham berbasis komoditas, seperti minyak setelah harganya turun tajam 2,98 persen ke level USD95,49 per barel merujuk naiknya level inventories oil dan dimulai eksplorasi cukup besar ladang minyak di Libya.

Begitu halnya perlu diwaspadai saham berbasis timah karena setelah turun 0,88 persen di hari Selasa 31 Des 2013, harga timah kembali turun diawal tahun 2014 sebesar 1,23 persen ke level USD22,074 per ton.

Dari luar negeri yang sekaligus menjadi isu utama perdagangan hari ini, Setelah di tahun 2013 Dow Jones menikmati kenaikan sebesar 26,5 persen, kondisi berbeda terjadi dihari pertama perdagangan di 2014 di Wall Street, di mana Dow Jones langsung terkena profit taking dan turun tajam sebesar 135,31 poin (0,82 persen) ditutup di level 16.441,35 diikuti kenaikan The Vix sebesar 3,72 persen ditutup di level 14,23.

"Pelemahan tajam ini merujuk dilakukannya basic portfolio rebalancing di hari pertama pada tahun pembayaran pajak baru serta di-downgraded-nya saham Apple oleh Wells Fargo menjadi market perform dari sebelumnya outperform di tengah absennya release data ekonomi," papar Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
12 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
20 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
58 menit yang lalu
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
1 jam yang lalu
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
1 jam yang lalu
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved