IHSG akhir pekan tinggalkan level 4.300
Jum'at, 03 Januari 2014 - 16:01 WIB
IHSG akhir pekan tinggalkan level 4.300
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini berakhir meninggalkan level 4.300. IHSG anjlok 69,60 poin atau 1,61 persen ke level 4.257,66.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah ke zona merah. IHSG merosot 52,03 poin atau 1,20 persen ke level 4.275,24 dan pada akhir sesi I, IHSG parkir di level 4.277,26. Koreksinya dipicu kejatuhan Wall Street pada perdagangan perdana tahun ini dan aksi jual investor asing.
Padahal IHSG kemarin berhasil menguat 53,09 poin atau 1,24 persen ke level 4.327,27 didukung surplusnya neraca perdagangan Indonesia bulan November yang tercatat sebesar USD776,8 juta.
Pelemahan IHSG hari kedua perdagangan tahun ini seiring dengan melemahnya bursa di kawasan Asia. Indeks Hang Seng anjlok 522,77 poin atau 2,29 persen ke level 22.817,28; indeks Shanghai minus 26,25 poin atau 1,26 persen ke level 2.083,14; Straits Time turun 43,21 atau 1,38 persen ke 3.1314,44.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 2,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp136,13 miliar. Tercatat sebanyak 59 saham naik, 202 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor perkebunan yang turun 2,88 persen, diikuti sektor tambang yang minus 2,68 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp50 ke Rp5.200, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp100 ke Rp7.800 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp75 ke Rp2.675.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp42.500, PT Astra International Tbk (ASII) anjlok Rp200 ke Rp6.750 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp50 ke Rp4.550.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah ke zona merah. IHSG merosot 52,03 poin atau 1,20 persen ke level 4.275,24 dan pada akhir sesi I, IHSG parkir di level 4.277,26. Koreksinya dipicu kejatuhan Wall Street pada perdagangan perdana tahun ini dan aksi jual investor asing.
Padahal IHSG kemarin berhasil menguat 53,09 poin atau 1,24 persen ke level 4.327,27 didukung surplusnya neraca perdagangan Indonesia bulan November yang tercatat sebesar USD776,8 juta.
Pelemahan IHSG hari kedua perdagangan tahun ini seiring dengan melemahnya bursa di kawasan Asia. Indeks Hang Seng anjlok 522,77 poin atau 2,29 persen ke level 22.817,28; indeks Shanghai minus 26,25 poin atau 1,26 persen ke level 2.083,14; Straits Time turun 43,21 atau 1,38 persen ke 3.1314,44.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 2,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp136,13 miliar. Tercatat sebanyak 59 saham naik, 202 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor perkebunan yang turun 2,88 persen, diikuti sektor tambang yang minus 2,68 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp50 ke Rp5.200, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp100 ke Rp7.800 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp75 ke Rp2.675.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp42.500, PT Astra International Tbk (ASII) anjlok Rp200 ke Rp6.750 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp50 ke Rp4.550.
(rna)
Lihat Juga :