Fitra: SBY lamban atasi harga elpiji 12 kg

Senin, 06 Januari 2014 - 14:20 WIB
Fitra: SBY lamban atasi...
Fitra: SBY lamban atasi harga elpiji 12 kg
A A A
Sindonews.com - Direktur investigasi dan advokasi Sekretaris Nasional (Seknas) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai lamban dalam menyikapi harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg).

Miliki kekuasaan penuh (power full), tapi SBY 'lumpuh' dalam mengatur manajemen dan pengelolaan gas di PT Pertamina. Menurutnya, tak ada alasan pemerintah untuk tidak tahu kondisi harga elpiji di Pertamina. Sebab, SBY melalui menteri terkait bisa memproteksi hal tersebut sejak dini.

"Seharusnya bukan hanya mencari simpatik atau pencitraan di depan publik. Presiden SBY yang punya kekuasaan "full power" atas Pertamina, tidak usah lagi basa-basi di depan publik," tutur Uchok kepada Sindonews di Jakarta, Senin (6/1/2014)

Uchok menuturkan, kenaikan harga elpiji selain berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, juga membingungkan para penjual dan pembeli di masyarakat. Sebab, hampir 80 persen masyarakat Indonesia sudah menggunakan gas, pasca kebijakan konversi minyak tanah diganti gas.

Alasan PT Pertamina yang menganggap jika elpiji 12 kg tak dinaikkan maka menimbulkan kerugian mencapai Rp7,7 triliun pada periode 2011-2012. Namun, kata Uchok, alasan tersebut tak masuk akal. Sebab, kerugian itu masih bisa ditutupi laba bersih Pertamina pada 2012 yang mencapai Rp26,6 triliun.

"Belum lagi, Pertamina mendapat subsidi dari APBN kepada elpiji tabung 3 Kg untuk 2012 sebesar Rp31,5 triliun, dan pada 2014 sebesar Rp36,7 triliun," ungkapnya.

Sebab itu, lanjut dia, masyarakat berhak menanyakan alokasi subsidi dari pemerintah untuk program konversi tersebut. "Tapi sekarang belum jelas tuh pertanggungjawaban uang subsidi tersebut," pungkas Uchok.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
31 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved