Warga Rusun Bidara Cina nikmati gas murah

Senin, 06 Januari 2014 - 20:17 WIB
Warga Rusun Bidara Cina...
Warga Rusun Bidara Cina nikmati gas murah
A A A
Sindonews.com - Di tengah kontroversi kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) dari PT Pertamina (Persero), ribuan pelanggan gas rumah tangga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tenang-tenang saja karena tetap bisa menikmati gas murah.

Warga Rumah Susun (Rusun) di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta merupakan salah satu pemukiman masyarakat yang menerapan penggunaan gas bumi bagi rumah tangga. Sejak lama warga Rusun ini mengharapkan agar penggunaan gas bumi bagi rumah tangga dapat disebarluaskan ke wilayah lainnya agar kericuhan terkait elpiji tidak terjadi lagi.

Teguh Jatmiko, seorang warga Rusun mengatakan, dirinya bersama warga lainnya telah menggunakan gas bumi yang dikelola PGN sejak berdirinya Rusun ini pada 1996 lalu.

Dipilihnya gas bumi sebagai sumber bahan bakar rumah tangga, kata Jatmiko, dikarenakan selain biayanya yang murah dan keamanannya yang relatif baik.

"Sebulan itu kita hanya bayar Rp26.250 per 10 kubik gas. 10 kubik itu untuk satu bulan sudah lebih dari cukup, jadi sangat murah. Ini juga aman, karena kalau ada bau-bau gas, petugas penanganannya cepat. Dari 1996 sampai sekarang belum pernah saya dengar ada yang meledak," terang dia kepada Sindonews, Senin (6/1/2014).

Selain penggunaannya yang relatif mudah, mekanisme pembayarannya pun tergolong sederhana sehingga tidak membebani penggunanya. "Kita cukup bayar bulanan saja seperti bayar listrik. Bisa bayar langsung bisa transfer. Jadi kan gak perlu bawa-bawa tabung gas," kata dia.

Teguh berpendapat, hal serupa ada baiknya bisa dirasakan masyarakat lainnya di berbagai belahan wilayah lainnya di tanah air.

"Tidak usah jauh-jauh, pemukiman yang di sebelah Rusun ini kan belum menggunakan gas bumi seperti kami, jadi masih menggunakan tabung. Itu sering kali susah dapat gas. Ada yang karena tabungnya enggak ada, ada yang kehabisan. Kalau pakai gas bumi ini kan warga enggak perlu beli tabung gas, bulanannya murah lagi," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Ely, warga Rusun Bidara Cina lainnya. Menurutnya, penggunaan gas negara lebih efisien dan sangat membantu meringankan beban para ibu rumah tangga.

Ely mengaku, untuk memasak sehari-hari untuk keluarganya, dirinya hanya menghabiskan Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per bulan.

"Dibandingkan menggunakan elpiji, gas negara lebih murah. Paling banyak saya bayarnya Rp60 ribu, tapi seringnya sih sekitaran Rp30 ribu," ungkap Ely.

Saat ini ada 98.000 pelanggan rumah tangga PGN yang memanfaatkan gas murah dan tidak perlu subsidi dari pemerintah. Para pengguna gas rumah tangga bisa menikmati harga gas murah lantaran gas PGN diproduksi di dalam negeri. Berbeda halnya dengan elpiji milik Pertamina yang masih diimpor.

Nilai rupiah yang terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat juga membuat harga elpiji makin melambung. Pertamina pun akhirnya menaikkan harga jual elpiji 12 kg.

Seharusnya pemerintah lebih meningkatkan program gas rumah tangga, karena gas PGN yang cadangannya di dalam negeri sangat besar tetap murah dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih baik.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Migas Eddy Hermantono mengatakan, pemakaian jaringan gas dijamin aman dan tidak ada kebocoran.

"Jaringan gas bumi untuk rumah tangga dijamin aman tidak akan bocor, dan hampir 50 persen biayanya lebih murah ketimbang menggunakan gas elpiji 12 kilogram maupun 3 kilogram," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi Korporat PGN, Ridha Ababil menilai penggunaan gas bumi di rumah susun milik Pemprov DKI dirasa sangat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas rumah tangganya. Karena dengan menggunakan pipa gas akan lebih efisien dibanding menggunakan tabung.

"Kalau pakai tabung, dibawa naik dari atas ke bawah. Kalau lift bisa, kalau tangga kan bahaya. Juga kalau di rusun ada lima ribu unit. Bayangkan kendaraan pengangkutnya bolak-balik boros BBM, kalau gas bumi kan efisien," ucapnya beberapa waktu lalu.

Rencananya, pihaknya mengupayakan gas bumi akan disediakan pula di sejumlah rusun lainnya. Misalnya, rusun Marunda, Klender, Kemayoran dan sejumlah rusun lainnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Tahun 2022, PGN Akan...
Tahun 2022, PGN Akan Nyemplung ke Bisnis Petrokimia
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
40 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved