Stok melimpah, harga ikan Waduk Cengklik menyusut

Selasa, 07 Januari 2014 - 07:37 WIB
Stok melimpah, harga...
Stok melimpah, harga ikan Waduk Cengklik menyusut
A A A
Sindonews.com - Petani ikan yang berada di Waduk Cengklik Boyolali, mengeluhkan murahnya harga ikan yang ada di waduk tersebut. Pasalnya murahnya harga ikan tersebut tidak diimbangi dengan murahnya biaya perawatan.

Keterangan yang didapatkan dari sejumlah petani ikan di waduk tersebut, menyatakan harga ikan di kawasan itu mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya murahnya harga ikan tersebut disebabkan oleh banyaknya ikan yang diproduksi di kawasan tersebut.

Salah seorang petani ikan, Belung, menyebutkan harga perkilo ikan nila emas saat ini di tingkat petani hanya berkisar pada angka Rp19.000. Padahal sebelumnya harga ikan bisa mencapai Rp22.000 setiap kilogram.

Sedangkan Nila hitam yang biasanya mencapai Rp17.000 per kilogram, saat ini harga ikan tersebut hanya berkisar pada angka Rp15.000 per kilogram. "Harganya menyusut sejak beberapa hari terakhir, stok kita cukup banyak sehingga harganya menurun," ucapnya kepada SINDO, Senin (6/1/2014).

Ia menyebutkan, murahnya harga ikan tersebut tidak sebanding dengan menurunnya biaya perawatan ikan tersebut. Ia menyebutkan dengan kondisi itu maka laba yang didapatkan oleh para petani menyusut cukup drastis.

Ia mengatakan laba yang didapatkannya saat ini hanyalah sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000 dalam setiap kilogram. Padahal biasanya laba yang didapatkan lebih dari itu.

"Dalam setiap kilogram itu kita menyisihkan uang Rp3.000 dari uang itu dibagi menjadi tiga yakni untuk pekerja, bahan bakar perahu dan dan yang sat untuk laba. Jadi kalau dipikir-pikir laba kita hanya Rp1.000," ucapnya.

Sementara itu, petani ikan lainnya, Samidi, berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Ia berharap agar harga ikan kembali stabil di pasaran. Sehingga laba yang dihasilkan tidak mengalami penyusutan. "Harapanya yang terbaik saja, semoga bisa naik lagi harganya," imbuhnya.

Di lain pihak, kondisi murahnya harga ikan tersebut justru disambut baik oleh para konsumen. Menurut mereka dengan murahnya ikan tersebut, pola konsumsi ikan di tingkat rumah tangga bisa lebih sering dilakukan dibandingkan saat harga tinggi.

"Kalau kita sih inginnya harga ikan stabil seperti ini saja. Jadi kita bisa sering makan ikan," ucap salah seorang konsumen, Narti, saat ditemui di waduk tersebut.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
20 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
50 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved