Pengoperasian kereta uap tunggu kontrak baru dari KAI
Kamis, 09 Januari 2014 - 19:48 WIB
Pengoperasian kereta uap tunggu kontrak baru dari KAI
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) masih menunggu kontrak baru terkait pengoperasian kereta uap Jaladara di Kota Solo.
Pasalnya, kontrak baru tahun ini belum diperpanjang, sehingga kereta tersebut belum bisa dijalankan. Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Solo, Sri Indarjo mengatakan, untuk saat ini perpanjangan kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum dilakukan kembali. Sehingga kereta uap tersebut saat ini masih terparkir di Stasiun Purwosari.
Menurutnya, proses perpanjangan tersebut saat ini masih dilakukan, namun belum ada kesepakatan tertulis antara PT KAI dengan Dishubkominfo. "Sementara tidak beroperasi dahulu, selain belum ada kontrak baru, pesanan untuk menaiki kereta uap tersebut juga belum ada," ujarnya, Kamis (9/1/2013).
Dia mengatkan, kemungkinan besar untuk tahun ini akan terjadi kenaikan harga sewa yang ditawarkan PT KAI dari harga 2013 yang hanya Rp789 juta setahun. Untuk tahun ini besaran sewa yang ditawarkan PT KAI belum diketahui, karena masih dalam proses.
Kenaikan tersebut murni disebabkan karena biaya perawatan kereta uap yang cukup mahal jika dibandingkan dengan kereta lainnya. Selain itu naiknya bahan bakar juga sangat berpengaruh terhadap kenaikan sewa kereta tersebut. "Proses kontrak baru kemungkinan akan berlangsung pada pekan ini," katanya.
Sri menegaskan, jika nantinya tarif kereta uap tersebut naik, maka pihaknya mengaku bakal memangkas perjalanan kereta ini menjadi 76 perjalanan dari sebelumnya 86 perjalanan selama setahun. Hal itu dilakukan untuk menhemat biaya pengeluaran saat kereta beroperasi.
Sementara, Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (VI) Jogja, Agus Komarudin, menyebutkan untuk saat ini pihaknya masih mengkaji mengenai besarnya biaya sewa kereta tersebut. Pihaknya belum bisa memberikan gambaran kenaikan tarif sewa kereta yang satu ini. Pasalnya hal itu masih dihitung oleh PT KAI dan akan selesai dalam waktu beberapa hari mendatang.
"Kita masih menghitung biayanya berapa, yang jelas belum ada penandatanganan kontrak baru antara Pemkot Solo dan PT KAI," ucapnya saat dihubungi Koran Sindo.
Pasalnya, kontrak baru tahun ini belum diperpanjang, sehingga kereta tersebut belum bisa dijalankan. Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Solo, Sri Indarjo mengatakan, untuk saat ini perpanjangan kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum dilakukan kembali. Sehingga kereta uap tersebut saat ini masih terparkir di Stasiun Purwosari.
Menurutnya, proses perpanjangan tersebut saat ini masih dilakukan, namun belum ada kesepakatan tertulis antara PT KAI dengan Dishubkominfo. "Sementara tidak beroperasi dahulu, selain belum ada kontrak baru, pesanan untuk menaiki kereta uap tersebut juga belum ada," ujarnya, Kamis (9/1/2013).
Dia mengatkan, kemungkinan besar untuk tahun ini akan terjadi kenaikan harga sewa yang ditawarkan PT KAI dari harga 2013 yang hanya Rp789 juta setahun. Untuk tahun ini besaran sewa yang ditawarkan PT KAI belum diketahui, karena masih dalam proses.
Kenaikan tersebut murni disebabkan karena biaya perawatan kereta uap yang cukup mahal jika dibandingkan dengan kereta lainnya. Selain itu naiknya bahan bakar juga sangat berpengaruh terhadap kenaikan sewa kereta tersebut. "Proses kontrak baru kemungkinan akan berlangsung pada pekan ini," katanya.
Sri menegaskan, jika nantinya tarif kereta uap tersebut naik, maka pihaknya mengaku bakal memangkas perjalanan kereta ini menjadi 76 perjalanan dari sebelumnya 86 perjalanan selama setahun. Hal itu dilakukan untuk menhemat biaya pengeluaran saat kereta beroperasi.
Sementara, Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (VI) Jogja, Agus Komarudin, menyebutkan untuk saat ini pihaknya masih mengkaji mengenai besarnya biaya sewa kereta tersebut. Pihaknya belum bisa memberikan gambaran kenaikan tarif sewa kereta yang satu ini. Pasalnya hal itu masih dihitung oleh PT KAI dan akan selesai dalam waktu beberapa hari mendatang.
"Kita masih menghitung biayanya berapa, yang jelas belum ada penandatanganan kontrak baru antara Pemkot Solo dan PT KAI," ucapnya saat dihubungi Koran Sindo.
(izz)
Lihat Juga :