Pemerintah didesak optimalkan pasar domestik

Jum'at, 10 Januari 2014 - 15:55 WIB
Pemerintah didesak optimalkan...
Pemerintah didesak optimalkan pasar domestik
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto mendesak pemerintah segera mengoptimalkan pasar domestik untuk mengantisipasi krisis global.

"Peluang dari pasar dalam negeri harus dioptimalkan. Utamanya, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (10/1/2014).

Airlangga menuturkan, sejumlah kalangan memperkirakan pertumbuhan permintaan pasar domestik pada tahun ini sekitar 10-20 persen, terutama untuk barang-barang kebutuhan pokok, industri tekstil dan elektronik.

Menurut dia, kontraksi perekonomian yang terjadi di berbagai negara mendorong negara-negara produsen barang-barang tersebut melakukan ekspor besar-besaran ke seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu destinasi favorit dalam mencapai target penjualan produk itu.

β€œIni peluang, sekaligus ajang pembuktian bagi industri Tanah Air untuk memenuhi permintaan domestik karena jika industri dalam negeri tak mampu memenuhinya, dipastikan konsumen akan memilih produk impor. Kalau ittu terjadi, maka defisit perdagangan kita semakin tinggi,” tutur dia.

Karena itu, dia meminta pemerintah segera menangkap peluang itu dan memastikan ketersediaan barang berkualitas dengan daya saing tinggi. Dengan demikian, Airlangga menilai, kerja sama antara pemerintah bersama dunia usaha wajib ditingkatkan, sehingga produk-produk yang dihasilkan bernilai jual tinggi.

Adapun langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah, dia menyarankan, dengan memberikan perhatian dan dukungan pada industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saingnya. Caranya dengan membentuk klaster-klaster komoditas tertentu di seluruh Indonesia, yang menunjukkan ciri khas dan keunggulan suatu wilayah.

Untuk itu, kata dia pemerintah harus menyusun perencanaan, langkah-langkah teknis hingga evaluasinya, sehingga pada saat yang ditentukan setiap wilayah dengan komoditas unggulannya, bisa menghasilkan nilai tambah bagi negara.

Artinya, harus ada stick and carrot untuk mendorong percepatan pencapaian target yang diharapkan. Selain itu, pemerintah dapat mengendalikan tingkat inflasi dari aktivitas impor.

Menurut dia, kalau suatu wilayah tidak berhasil mengembangkan komoditasnya secara optimal sesuai perencanaan, maka pemerintah harus berani memindahkan lokasi dan komoditas tersebut ke wilayah lain.

"Intinya, langkah ini harus dilakukan segera untuk menangkap peluang yang ada mencapai angka 20 persen dari permintaan dalam negeri,” tutur dia.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga dan memenuhi permintaan negara-negara yang menjadi pasar tujuan ekspor produk Indonesia serta mengembangkan pasar tujuan ekspor baru ke Afrika Selatan, Amerika Latin dan beberapa negara lainnya di Eropa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
2 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
3 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved