Menkeu minta Kemenperin dan ESDM tak berselisih
Jum'at, 10 Januari 2014 - 16:24 WIB
Menkeu minta Kemenperin dan ESDM tak berselisih
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengaku selama ini masih ada perselisihan antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pengadaan konverter Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
Pihaknya juga mengimbau dua Kementerian tersebut saling berbicara agar jelas siapa yang akan melakukan pengadaan konverter BBG tersebut. Karena di tahun lalu ketika sudah ada pihak yang dipilih untuk melakukan pengadaan waktunya sudah terlambat.
"Berarti kan anggarannya harus multiyears, padahal itu bukan multiyears. Kalau anggaran bukan multiyears, dipaksa multiyears nanti jadi masalah. Karena itu, dilakukannya tahun ini," terang Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/1/2014).
Untuk anggaran konverter 2014, Chatib telah menyiapkan tambahan Rp5 triliun sebagai tambahan anggaran dari tahun lalu sebesar Rp2 sampai Rp3 triliun.
"Sudah kita alokasikan, beserta tambahan untuk Kementerian ESDM dalam APBN 2014," imb uh dia.
Selain itu, Menkeu juga menyebut konverter ini akan dikombinasikan dengan program RFID Pertamina dan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dengan distribusi tertutup.
"Memang sudah ada rencana dari Kementerian ESDM dengan Pertamina mengenai pembatasan kendaraan tertentu. Cuma saya belum tahu persis mulai bulan kapan," pungkas Chatib.
Pihaknya juga mengimbau dua Kementerian tersebut saling berbicara agar jelas siapa yang akan melakukan pengadaan konverter BBG tersebut. Karena di tahun lalu ketika sudah ada pihak yang dipilih untuk melakukan pengadaan waktunya sudah terlambat.
"Berarti kan anggarannya harus multiyears, padahal itu bukan multiyears. Kalau anggaran bukan multiyears, dipaksa multiyears nanti jadi masalah. Karena itu, dilakukannya tahun ini," terang Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/1/2014).
Untuk anggaran konverter 2014, Chatib telah menyiapkan tambahan Rp5 triliun sebagai tambahan anggaran dari tahun lalu sebesar Rp2 sampai Rp3 triliun.
"Sudah kita alokasikan, beserta tambahan untuk Kementerian ESDM dalam APBN 2014," imb uh dia.
Selain itu, Menkeu juga menyebut konverter ini akan dikombinasikan dengan program RFID Pertamina dan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dengan distribusi tertutup.
"Memang sudah ada rencana dari Kementerian ESDM dengan Pertamina mengenai pembatasan kendaraan tertentu. Cuma saya belum tahu persis mulai bulan kapan," pungkas Chatib.
(izz)
Lihat Juga :