Kuota pupuk bersubsidi di Sulsel turun 10%

Jum'at, 10 Januari 2014 - 16:55 WIB
Kuota pupuk bersubsidi...
Kuota pupuk bersubsidi di Sulsel turun 10%
A A A
Sindonews.com - Jatah pupuk urea bersubsidi bagi petani di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami penurunan hingga 10 persen. Hal ini terlihat dari angka alokasi pupuk yang dialokasikan Kementrian Pertanian (Kementan).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Hermanto mengatakan, penurunan yang terjadi sebagai dampak menurunnya kuota pupuk bersubsidi secara nasional. Dengan minimnya kuota, diharapkan pupuk bersubsidi mampu dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, realisasi pupuk urea tahun ini mencapai 211.400 ton, SP-36 34.200 ton, ZA 49.600 ton dan NPK 67.000 ton. Jika terjadi penurunan 10 persen, berarti jatah urea Sulsel berkurang 21.400 ton.

"Penurunan ini tidak hanya terjadi di Provinsi Sulsel, tapi juga terjadi di semua Provinsi di Indonesia. Jika kebutuhan memang tinggi dan kuota tidak mencukupi, maka kita minta penambahan ke pusat," ujarnya kepada Koran Sindo di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2014).

Untuk menghindari kelangkaan dan penyelewengan, Dinas Pertanian melakukan distribusi secara tertutup. Pasokan hanya dapat diperoleh jika petani telah menyelesaikan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDDK).

Mekanismenya, kata dia, RDKK yang disusun kelompok tani yang di dampingi penyuluh, disampaikan kepada pengecer. Kemudian RDKK tersebut diserahkan kepada distributor dan produsen. Setelah RDKK diterima, maka pupuk subsidi diturunkan oleh produsen sesuai dengan RDKK kepada distributor, pengecer hingga ke petani.

"Dalam pendistribusianya, tentunya dilakukan pengawasan oleh aparat terkait yakni oleh Komisi Pengawasan Pupuk Dan Pestisida (KP3) kabupaten/kota dan provinsi. Sehingga, penyelewenagan pendistribusian dapat diminimalisir dan akan tepat sasaran," pungkas Hermanto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved