Harga minyak di perdagangan Asia bervariasi

Selasa, 14 Januari 2014 - 11:50 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia bervariasi
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi (mixed), menanggapi prospek kembalinya pasokan Iran setelah kesepakatan (bersejarah) mengekang program nuklir Teheran yang disengketakan mulai 20 Januari mendatang.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik satu sen menjadi USD91,81 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Februari, turun tujuh sen berdiri di angka USD106,68 per brel.

Berdasarkan kesepakatan awal pada November lalu, Iran setuju untuk menahan sebagian program nuklirnya selama enam bulan dalam pertukaran bantuan sederhana dari sanksi internasional dan janji yang diberikan P5+1 (Inggris, China, Perancis, Rusia, Amerika Serikat, plus Jerman) untuk tidak menjatuhkan sanksi baru terhadap mereka.

Hal ini memberikan kedua belah pihak waktu dengan solusi yang lebih komprehensif. Di mana Teheran telah dikenakan sanksi internasional menyakitkan yang ditujukan untuk mengakhiri program nuklir Iran, yang dituduh Barat akan digunakan untuk mengembangkan senjata. Namun, Iran membantah tudingan tersebut.

Menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Iran, yang merupakan anggota OPEC, memompa sekitar 2,8 juta barel minyak mentah pada Desember 2013.

"Investor sadar bahwa harga akan berada di bawah tekanan jika minyak Iran akhirnya kembali ke pasar. Tapi, mereka juga tahu bahwa itu akan memakan waktu cukup lama produksi kembali," kata David Lennox, analis sumber daya Fat Prophets, Sydney, seperti dilansir dari AFP, Selasa (14/1/2014).

Dia menyebutkan, para dealer juga menunggu data resmi baru stok AS yang akan dirilis pada Rabu (16/1/2014) waktu setempat, sebagai petunjuk permintaan di konsumen minyak terbesar dunia tersebut, yang saat ini didorong cuaca dingin. "Cuaca ekstrem di Amerika Serikat tidak hanya mempengaruhi permintaan, tapi juga menyebabkan beberapa gangguan pasokan," tandas Lennox.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
39 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
59 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved