DJP rela pemasukan pajak tergerus UU Minerba

Selasa, 14 Januari 2014 - 15:04 WIB
DJP rela pemasukan pajak...
DJP rela pemasukan pajak tergerus UU Minerba
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengaku tidak khawatir dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dapat mengurangi penerimaan sektor perpajakan.

Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengatakan, meskipun ada pengurangan sekitar Rp12 triliun dari sektor perpajakan, dampak penataan sektor Minerba tersebut diyakini akan lebih baik bagi penerimaan pada tahun-tahun mendatang.

“Sekitar Rp12 triliun dari total penerimaan pajak sekitar Rp1.000 triliun itu kecil. Kita mendukung program pemerintah, daripada ekspor mineral terus tapi tidak jelas pendapatan pajaknya,” ujar Fuad dalam rilisnya, Selasa (14/1/2014).

Menurutnya, dampak pemberlakuan UU tersebut bukan hanya dilihat dari sisi potensi kehilangan penerimaan pajaknya, tetapi perlu dilihat pula dari sisi kepentingan perekonomian nasional. Terlebih, pemberlakuan kebijakan tersebut diharapkan dapat memperbaiki penerimaan pajak di sektor tambang pada tahun-tahun mendatang.

“UU Minerba ini untuk penyelamatan dari eksploitasi, kita tata agar jangan sembarangan gali mineral. Nanti kita buka lagi kalau sudah pada melakukan ekspor hilir untuk mineral ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan M Chatib Basri mengungkapkan, total penurunan penerimaan negara dari kebijakan tersebut diperkirakan sekitar Rp9,5 triliun hingga Rp10 triliun, yang bersumber dari pajak, royalti, maupun bea keluar.

Sementara, dari sisi ekspor akan berkurang sekitar Rp5 triliun, tetapi dapat dikompensasi dengan kebijakan kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) impor sekitar USD2 miliar hingga USD3 miliar, dan kebijakan biofuel sekitar USD4 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
6 jam yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
7 jam yang lalu
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
8 jam yang lalu
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
8 jam yang lalu
Bisnis F&B Tumbuh Pesat,...
Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia
9 jam yang lalu
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved