IHSG berpotensi lanjutkan tren positif

Rabu, 15 Januari 2014 - 08:34 WIB
IHSG berpotensi lanjutkan...
IHSG berpotensi lanjutkan tren positif
A A A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positifnya dan berpeluang bergerak pada rentang support 4.269-4.300 dan resistance 4.395-4.405.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, potensi penguatan IHSG tersebut terlihatt dari lajunya yang berada di atas target resisten 4.264-4.288 termasuk nilai low yang juga di atas target tersebut.

"Meski laju IHSG hampir mendekati level overbought dan penguatan tersebut kemungkinan juga membuka tren kenaikan dalam jangka pendek-menengah," terang Reza, Rabu (15/1/2014).

Namun demikian, tampak pula IHSG meninggalkan gap 4.270-4.292 sehingga rawan dimanfaatkan untuk profit taking jika sentimen yang ada kurang mendukung keinginan IHSG untuk menguat, terutama bila dari laju bursa saham global kurang mendukung.

Lebih lanjut Reza mengatakan, IHSG sendiri sebenarnya mampu mencatatkan prestasi yang luar biasa di awal tahun ini di tengah anggapan adanya aturan frasksi dapat menghambat laju IHSG, ternyata IHSG mampu mengalami kenaikan signifikan.

Adanya imbas pergerakan bursa saham Asia yang cukup positif setelah merespon penguatan laju bursa saham AS pasca dirilisnya pertumbuhan nonfarm payrolls yang rendah membuat IHSG kembali mendapatkan angin segar untuk melanjutkan kenaikannya.

Bahkan terus positifnya laju nilai tukar rupiah serta besarnya aksi beli asing turut memberikan tambahan amunisi kepada IHSG untuk melesat. Investor pun kembali memburu saham-saham big caps, terutama three musketeer perbankan, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) serta saham-saham lainnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Sepanjang perdagangan sebelumnya, IHSG menyentuh level tertinggi 4.393,32 jelang preclosing dan menyentuh level terendah 4.292,33 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.390,77.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
8 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
9 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
10 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
10 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
11 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved