Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.085/USD
Rabu, 15 Januari 2014 - 16:18 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.085/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup terdepresiasi di tengah makin menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.085 per USD. Posisi ini melemah 35 poin dibanding penutupan Senin (13/1/2014) di level Rp12.050 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini dibuka pada level Rp12.063 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat pada level Rp12.060 per USD, sedangkan terlemah di level Rp12.095 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.077 per USD atau terdepresiasi 30 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.047 per USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada Rp12.088 per USD. Posisi ini lebih baik 17 poin dibanding penutupan awal pekan ini di level Rp12.105 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik sore ini di level Rp12.085 per USD, dengan kisaran harian Rp12.050-12.095 per USD. Posisi ini juga masih positif 17 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.102 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, gerak rupiah hari ini karena tertekan menguatnya USD akibat membaiknya data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) semalam.
Kendati demikian, pelemahan rupiah sedikit ditahan oleh IHSG yang kembali berhasil melanjutkan penguatannya pada sore ini. "Bank Indonesia kembali mengawal pergerakan nilai tukar rupiah hari ini, sehingga masih bergerak sesuai fundamentalnya," kata dia, Rabu (15/1/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir melonjak 50,82 poin atau 1,16 persen ke level 4.441,59 masih didukung transaksi beli asing yang mencapai Rp1 triliun.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,15 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,06 triliun. Tercatat sebanyak 173 saham naik, 116 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.085 per USD. Posisi ini melemah 35 poin dibanding penutupan Senin (13/1/2014) di level Rp12.050 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini dibuka pada level Rp12.063 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat pada level Rp12.060 per USD, sedangkan terlemah di level Rp12.095 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.077 per USD atau terdepresiasi 30 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.047 per USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada Rp12.088 per USD. Posisi ini lebih baik 17 poin dibanding penutupan awal pekan ini di level Rp12.105 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik sore ini di level Rp12.085 per USD, dengan kisaran harian Rp12.050-12.095 per USD. Posisi ini juga masih positif 17 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.102 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, gerak rupiah hari ini karena tertekan menguatnya USD akibat membaiknya data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) semalam.
Kendati demikian, pelemahan rupiah sedikit ditahan oleh IHSG yang kembali berhasil melanjutkan penguatannya pada sore ini. "Bank Indonesia kembali mengawal pergerakan nilai tukar rupiah hari ini, sehingga masih bergerak sesuai fundamentalnya," kata dia, Rabu (15/1/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir melonjak 50,82 poin atau 1,16 persen ke level 4.441,59 masih didukung transaksi beli asing yang mencapai Rp1 triliun.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,15 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,06 triliun. Tercatat sebanyak 173 saham naik, 116 saham melemah dan 101 saham stagnan.
(rna)