Rupiah berakhir terkoreksi ke Rp12.125/USD
Kamis, 16 Januari 2014 - 16:14 WIB
Rupiah berakhir terkoreksi ke Rp12.125/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup makin terkoreksi seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.125 per USD. Posisi ini makin menjauh 40 poin dari penutupan Rabu (15/1/2014) di level Rp12.085 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.110 per USD. Posisi IHSG terkuat hari ini berada pada level Rp12.075 per USD dan terlemah di level Rp12.126 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.117 per USD atau terdepresiasi 40 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.047 per USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore hari ini diperdagangkan pada Rp12.104 per USD. Penutupan sore ini melemah 16 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.088 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik berhenti di level Rp12.101 per USD, dengan kisaran harian Rp12.085-12.120 per USD. Posisi ini juga merosot 16 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp12.085 per USD.
"Tekanan rupiah meningkat seiring meningkatnya sentimen dari Amerika Serikat (AS) pasca membaiknya data inflasi dari sisi produsen (PPI) semalam," kata Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti, Kamis (16/1/2014).
Selain itu, rupiah juga terimbas menguatnya dolar dipicu membaiknya data penjualan retail AS. Pelemahan IHSG pada penutupan sore ini juga menambah tekanan terhadap mata uang rupiah.
Adapun IHSG sore ini berakhir terkoreksi 29,11 poin atau 0,66 persen ke level 4.412,49. Tercatat sebanyak 131 saham naik, 161 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,14 triliun dengan 5,71 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp266,37 miliar.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.125 per USD. Posisi ini makin menjauh 40 poin dari penutupan Rabu (15/1/2014) di level Rp12.085 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.110 per USD. Posisi IHSG terkuat hari ini berada pada level Rp12.075 per USD dan terlemah di level Rp12.126 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.117 per USD atau terdepresiasi 40 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.047 per USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore hari ini diperdagangkan pada Rp12.104 per USD. Penutupan sore ini melemah 16 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.088 per USD.
Data yahoofinance mencatat mata uang domestik berhenti di level Rp12.101 per USD, dengan kisaran harian Rp12.085-12.120 per USD. Posisi ini juga merosot 16 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp12.085 per USD.
"Tekanan rupiah meningkat seiring meningkatnya sentimen dari Amerika Serikat (AS) pasca membaiknya data inflasi dari sisi produsen (PPI) semalam," kata Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti, Kamis (16/1/2014).
Selain itu, rupiah juga terimbas menguatnya dolar dipicu membaiknya data penjualan retail AS. Pelemahan IHSG pada penutupan sore ini juga menambah tekanan terhadap mata uang rupiah.
Adapun IHSG sore ini berakhir terkoreksi 29,11 poin atau 0,66 persen ke level 4.412,49. Tercatat sebanyak 131 saham naik, 161 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,14 triliun dengan 5,71 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp266,37 miliar.
(rna)