Setelah diakuisisi, Bank Sahabat ingin IPO

Senin, 20 Januari 2014 - 16:09 WIB
Setelah diakuisisi,...
Setelah diakuisisi, Bank Sahabat ingin IPO
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Bank Sahabat Purba Danarta (Bank Sahabat) Gatot Adi Prasetyo mengutarakan bahwa perusahaan memiliki cita-cita untuk bisa mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Menurut Gatot, tujuan utama perusahaan melakukan IPO adalah mendapatkan status sebagai perusahaan tercatat di Bursa. Dengan demikian, perseroan dapat memperoleh dana murah dari pasar modal, sehingga bisa meningkatkan nilai asetnya.

"Setiap perusahaan mungkin punya cita-cita untuk melakukan IPO karena banyak manfaatnya. Suatu perusahaan yang ingin menjadi perusahaan publik, mereka akan mendapat berbagai keuntungan, baik dari sisi prestise maupun dana," kata Gatot di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (20/1/2014).

Namun demikian, menurut Gatot, rencana IPO tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat Bank Sahabat sendiri baru diakuisisi sahamnya sebesar 70 persen oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Dengan demikian, jika Bank Sahabat akan melakukan IPO, pastinya harus mengantongi izin terlebih dahulu dari pemegang sahamnya, seperti BTPN, PT Triputra Persada Rahmat dan Yayasan Purba Danarta.

"Jika IPO ingin diwujudkan, prosesnya masih lama. Saat ini saja Bank Sahabat baru diakuisisi BTPN, belum lagi Bank Sahabat akan berubah nama menjadi BTPN Syariah. Kami ingin Bank Sahabat bisa listing di Bursa seperti BTPN, namun tetap persetujuannya dipegang penuh oleh pemegang saham mayoritas," tutur Gatot.

Terkait akuisisi tersebut, BTPN saat ini masih menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, setelah proses akuisis rampung, BTPN akan mengubah model bisnis Bank Sahabat menjadi bank syariah dari sebelumnya bank konvensional.

Dengan akuisisi tersebut, perusahaan memperkirakan aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTPN menjadi lebih dari Rp2,5 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluncuran Program Baru...
Peluncuran Program Baru Jenius
Kinerja Positif, BTPN...
Kinerja Positif, BTPN Syariah Gelar RUPST dan Bagikan Dividen
MNC Bank Targetkan Volume...
MNC Bank Targetkan Volume Tabungan di Kisaran Rp1,5 - Rp2 Triliun
Ceruk Pasar Bakal Menciut,...
Ceruk Pasar Bakal Menciut, BTPN Tinggalkan Segmen Pensiunan?
BTPN Resmi Ubah Nama...
BTPN Resmi Ubah Nama Jadi Bank SMBC Indonesia
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank BTPN Tumbuh 12% di Tengah Situasi Menantang
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved