Prospek peringkat ANTM negatif dipicu larangan ekspor

Senin, 20 Januari 2014 - 16:34 WIB
Prospek peringkat ANTM...
Prospek peringkat ANTM negatif dipicu larangan ekspor
A A A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA- kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I/2011 senilai Rp3 triliun pada credit watch dengan implikasi negatif.

Analis Pefindo Yogie Perdana mengatakan, hal itu dipicu pelaksanaan larangan ekspor bijih mineral, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1/2014, yang sudah efektif pada 12 Januari 2014.

"Kami meyakini peraturan tersebut memeiliki dampak negatif terhadap ANTM, mengingat penjualan nikela dan bijih bauksit menyumbang lebih dari 33 persen dari total pendapatan perusahaan hingga kuartal III/2013," kata dia dalam rilisnya, Senin (20/1/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, hal tersebut secara signifikan dapat mengurangi profitabilitas dan arus kas perusahaan di tengah meningkatnya posisi leverage perusahaan untuk membiayai proyek ekspansi pabrik pengolahan feronikel (FeNi).

Karena itu, dia menuturkan, Pefindo akan memantau kinerja perusahaan selama tiga bulan ke depan. Menurut dia, peringkat akan diturunkan jika larangan tersebut berlanjut dalam periode tersebut, yang secara signifikan dapat menurunkan profitabilitas dan arus kas perusahaan.

"Peringkat juga bisa berada di bawah tekanan jika harga komoditas terus turun dan jika proyek ekspansi perusahaan yang dibiayai dengan utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan," ujar dia.

Perusahaan tambang pelat merah ini menghasilkan bijih nikel dan feronikel, emas, bauksit dan batu bara. Kepemilikan saham pemerintah di perusahaan ini mencapai 65 persen dan sisanya 35 persen dimiliki publik.

Adapun harga saham ANTM pada penutupan hari ini berada di level Rp1.030 per lembar saham. Posisi ini naik 25 poin dari posisi akhir pekan lalu di level Rp1.005 per saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ruarbiasah, Dalam Sepekan...
Ruarbiasah, Dalam Sepekan 5 Perusahaan Raup Dana Senilai Rp5,73 T
AP I Kembali Raih Peringkat...
AP I Kembali Raih Peringkat idAAA dari Pefindo
PT Soraya Berjaya Indonesia...
PT Soraya Berjaya Indonesia Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Pefindo Tegaskan Peringkat...
Pefindo Tegaskan Peringkat idBBB+ untuk MNC Kapital (BCAP)
Raih Peringkat idA+...
Raih Peringkat idA+ dari Pefindo, Askrindo Syariah Punya Keamanan Keuangan Kuat
Lembaga Pemeringkat...
Lembaga Pemeringkat Utang Beri Pujian Sekaligus Peringatan buat Indonesia
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
7 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
7 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
8 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
8 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
9 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved