PGN siap bersaing dengan pertamina jual elpiji 12 kg
Selasa, 21 Januari 2014 - 10:28 WIB
PGN siap bersaing dengan pertamina jual elpiji 12 kg
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengaku siap bersaing dengan PT Pertamina (persero) untuk menjual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram (kg) kendati harganya belum mencapai harga keekonomian.
Juru bicara PGN Ridha Ababil menjelaskan, jika perusahaan diberikan mandat oleh pemerintah untuk menjual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg, maka perseroan siap menjalankan walaupun menanggung kerugian seperti yang dialami Pertamina.
"Kita siap, namun harus ada tambahan pasokan gas karena pasokan gas saat ini masih kurang untuk industri," kata dia di Jakarta Selasa (21/1/2014).
Dari sisi harga, Ridha mengatakan, PGN belum dapat menentukan apakah akan lebih murah dari harga jual Pertamina. Namun, perusahaan akan mempertimbangkan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbebani.
"Kalau bisnis yang dikelola PGN kok ternyata merugikan, maka kebijakan lain tentu akan diambil," kata dia.
Sebelumnya Pertamina mengaku siap bersaing dengan perusahaan lain yang ingin menjual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg. Kendati diketahui penjualannya terus merugi dari tahun ke tahun karena harga jual jauh dari harga kekonomian.
Bahkan jika tidak disesuaikan harganya tahun ini dengan penjualan sebesar 959.621 metrik ton (MT) diperkirakan bisnis elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg akan merugi antara Rp5,4-Rp7,1 triliun per tahun.
Mengacu pada laporan BPK No 29/S/IX-XX.1/02/2013 tanggal 5 Februari 2013 bahwa Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji kemasan 12 kg dan elpiji kemasan 50 kg sepanjang 2011–Oktober 2012 Sebesar Rp7,73 triliun.
Juru bicara PGN Ridha Ababil menjelaskan, jika perusahaan diberikan mandat oleh pemerintah untuk menjual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg, maka perseroan siap menjalankan walaupun menanggung kerugian seperti yang dialami Pertamina.
"Kita siap, namun harus ada tambahan pasokan gas karena pasokan gas saat ini masih kurang untuk industri," kata dia di Jakarta Selasa (21/1/2014).
Dari sisi harga, Ridha mengatakan, PGN belum dapat menentukan apakah akan lebih murah dari harga jual Pertamina. Namun, perusahaan akan mempertimbangkan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbebani.
"Kalau bisnis yang dikelola PGN kok ternyata merugikan, maka kebijakan lain tentu akan diambil," kata dia.
Sebelumnya Pertamina mengaku siap bersaing dengan perusahaan lain yang ingin menjual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg. Kendati diketahui penjualannya terus merugi dari tahun ke tahun karena harga jual jauh dari harga kekonomian.
Bahkan jika tidak disesuaikan harganya tahun ini dengan penjualan sebesar 959.621 metrik ton (MT) diperkirakan bisnis elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg akan merugi antara Rp5,4-Rp7,1 triliun per tahun.
Mengacu pada laporan BPK No 29/S/IX-XX.1/02/2013 tanggal 5 Februari 2013 bahwa Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji kemasan 12 kg dan elpiji kemasan 50 kg sepanjang 2011–Oktober 2012 Sebesar Rp7,73 triliun.
(rna)
Lihat Juga :