PGN: Pemilik saham minoritas jadi penentu

Selasa, 21 Januari 2014 - 11:19 WIB
PGN: Pemilik saham minoritas...
PGN: Pemilik saham minoritas jadi penentu
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengklaim bahwa pemilik saham minoritas sebagai penentu kebijakan akuisisi PGN oleh PT Pertagas, anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

"Pemilik saham tidak memiliki hak suara, tapi justru pemilik saham minoritas yang memutuskan. Kalau dari rapat umum pemegang saham (RUPS), pemegang saham minoritas memutuskan tidak mau merger maka tidak akan dilakukan," kata juru bicara PGN Ridha Ababil di Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Seperti diketahui, saat ini kepemilikan saham perusahaan yang memiliki kode emiten PGAS ini terdiri dari 57 persen pemerintah dan sisanya sebesar 43 persen dimiliki publik. Sementara saham milik publik terbagi menjadi milik Jamsostek, Dana Pensiun Pertamina dan publik.

Dengan demikian, dipastikan pemilik saham mayoritas tidak mempunyai hak suara. Namun, lanjut dia, jika pemegang saham minoritas memutuskan melakukan akuisisi dengan Pertagas, maka masih ada sejumlah persyaratan lain, yaitu harus meminta persetujuan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perekonomian Hatta Radjasa dan DPR.

"Banyak proses yang harus dilalui karena (akuisisi) ini masih jauh dari kata sepakat. Kalau pemegang saham minoritas ini setuju merger, paling tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disetujui oleh pihak-pihak terkait," tutur dia.

Menurut Ridha, mekanisme akuisisi juga harus menggunakan pihak ketiga sebagai lembaga independen yang ditunjuk untuk melakukan kajian. Penunjukan pihak ketiga ini juga harus disetujui oleh ke dua belah pihak.

Hingga kini, imbuh Ridha, pembahasan akuisisi PGN oleh Pertamina masih dalam tahap pembahasan di tingkat Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas dan belum sampai ke Kementerian Perekonomian, ESDM dan DPR.

"Pak Dahlan (Menteri BUMN) masih menjelaskan rencana seperti apa dengan koordinasi kedua pihak. Namun, yang jelas ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu kepemilikan aset PGN lebih besar dari Pertagas, kemudian PGN menganut sistem transparansi manajemen dan PGN lebih berpengalaman mengelola sektor gas," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved