Cuaca buruk ganggu operasi migas

Rabu, 22 Januari 2014 - 17:54 WIB
Cuaca buruk ganggu operasi...
Cuaca buruk ganggu operasi migas
A A A
Sindonews.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menegaskan cuaca buruk yang melanda berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini menggangu operasi hulu migas.

“Kami secara intensif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kontraktor KKS (kontrak kerja sama),” kata Kepala Bagian Humas, Elan Biantoro di Jakarta, Selasa (22/1/2014).

Menurut dia, pada Senin (20/1/2014) malam terjadi insiden bocor selang penyalur minyak mentah (hose) yang menghubungkan alat tambat (single point mooring) dan Floating Storage Offloading (FSO) Abherka. Hal itu tidak lain akibat dari cuaca buruk yang terjadi di perairan Utara Surabaya.

"Sesuai prosedur, SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) memutuskan langsung menghentikan produksi minyak dari lapangan tersebut agar tidak terjadi tumpahan minyak," kata dia.

Setelah memastikan seluruh personel di lapangan dalam kondisi aman, dilakukan tindakan pengamanan terhadap produksi untuk memastikan tidak terjadi tumpahan minyak. Selain itu, juga segera memobilisasi teknisi penyelam untuk memeriksa kerusakan yang terjadi dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perbaikan.

Elan menjelaskan, dengan kondisi di lapangan saat ini, kecepatan angin berkisar 27-35 knot dan ombak setinggi 3-6 meter, belum dimungkinkan bagi para penyelam untuk mendekati lokasi. Berdasarkan perkiraan cuaca, gelombang tinggi masih akan terjadi tinggi tanggal 25 Januari mendatang. “Apabila cuaca baik, perbaikan membutuhkan waktu sekitar 6-12 jam,” katanya.

Dikatakannya, produksi minyak PHE WMO sebesar 22.200 barel per hari dan gas 120 juta kaki kubik per hari dengan kondisi ini maka untuk minyak tidak berproduksi. "Sedangkan untuk penyaluran gas turun menjadi 40 juta kaki kubik per hari," kata dia.

Adapun produksi lapangan Sukowati yang dikelola JOB PPEJ sebesar 29.000 barel minyak per hari dan 26 juta kaki kubik gas bumi per hari. Menurutnya, situasi ini tidak sampai mengakibatkan shut down total. Alasannya, produksi minyak masih bisa ditampung di Central Processing Area (CPA) Mudi.

"Produksi turun menjadi 8.900 bph dan 18 juta kaki kubik. Begitu bisa diperbaiki produksi akan ditingkatkan lagi," lanjut Elan.

Hal yang sama terjadi di lapangan Banyu Urip dengan kontraktor Mobil Cepu Limited dan Pertamina EP Cepu yang menghentikan penyaluran produksi ke FSO Cinta Natomas. Produksi lapangan Banyu Urip dioptimalkan penyaluran ke Kilang Tri Wahana Universal (TWU) dan tangki geolink. “Produksi turun dari 28.000 bph menjadi 21.000 bph,” katanya.

Sementara Pertamina EP Cepu tidak mengurangi produksinya sebesar 2.100 barel per hari karena akan ditampung di tanki field cepu selama 10 hari ke depan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved