SBY diminta intervensi akuisisi Pertamina vs PGN
Jum'at, 24 Januari 2014 - 17:23 WIB
SBY diminta intervensi akuisisi Pertamina vs PGN
A
A
A
Sindonews.com - Polemik terkait wacana akuisisi PT Pertamina (Persero) terhadap PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) terus menjadi sorotan banyak pihak.
Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak negatif terhadap kedua perusahaan itu, beberapa kalangan meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung turun tangan untuk menuntaskan permasalahan ini.
Menurut Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias Prasetyo, opsi agar orang nomor satu di Indonesia tersebut turun tangan untuk menyelesaikan dan memberikan kepastian dari skenario ini merupakan pilihan yang terbaik.
"Kalau kemarin kan DPR melalui Pak Marzuki Alie sudah mengeluarkan statement, namun (polemik) tetap berlanjut. Jadi saya pikir yang bisa menyelesaikan masalah ini adalah presiden sebagai atasan langsung dari Menteri BUMN Dahlan Iskan," tegasnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/1/2014).
Menurutnya, banyak pihak terutama para pemegang saham publik yang tidak suka dengan polemik dan skenario akuisisi seperti ini. Pasalnya, kondisi seperti ini telah membuat banyak rugi para pemegang saham di PGN.
Sejak rumor atau wacana akuisisi menggelinding pada Oktober lalu, pemegang saham PGN mengalami kerugian Rp25 triliun. "Jadi saya pikir tentunya kepastian akan polemik ini masih ditunggu oleh pasar," sambungnya.
Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak negatif terhadap kedua perusahaan itu, beberapa kalangan meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung turun tangan untuk menuntaskan permasalahan ini.
Menurut Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias Prasetyo, opsi agar orang nomor satu di Indonesia tersebut turun tangan untuk menyelesaikan dan memberikan kepastian dari skenario ini merupakan pilihan yang terbaik.
"Kalau kemarin kan DPR melalui Pak Marzuki Alie sudah mengeluarkan statement, namun (polemik) tetap berlanjut. Jadi saya pikir yang bisa menyelesaikan masalah ini adalah presiden sebagai atasan langsung dari Menteri BUMN Dahlan Iskan," tegasnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/1/2014).
Menurutnya, banyak pihak terutama para pemegang saham publik yang tidak suka dengan polemik dan skenario akuisisi seperti ini. Pasalnya, kondisi seperti ini telah membuat banyak rugi para pemegang saham di PGN.
Sejak rumor atau wacana akuisisi menggelinding pada Oktober lalu, pemegang saham PGN mengalami kerugian Rp25 triliun. "Jadi saya pikir tentunya kepastian akan polemik ini masih ditunggu oleh pasar," sambungnya.
(gpr)
Lihat Juga :