Dibayangi aksi jual, potensi kenaikan IHSG terbatas

Senin, 27 Januari 2014 - 08:18 WIB
Dibayangi aksi jual,...
Dibayangi aksi jual, potensi kenaikan IHSG terbatas
A A A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada pada tren penguatnnya, meski lajunya mulai terbatas seiring potensi aksi jual yang masih mewarnai beberapa waktu belakangan.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran terbatas support 4.423-4.430 dan resistance 4.468-4.483.

IHSG, kata Reza, kembali masuk dalam kisaran target support 4.430-4.465, meski sempat melemah dan hampir menyentuh target resistennya.

Reza mengungkapkan, pelemahan yang terjadi telah menutup utang gap 4.477-4.483 meski hampir menutup utang gap 4.435-4.440. Utang gap kembali tercipta di level 4.477-4.483 dan 4.483-4.480.

"Diperkirakan aksi jual masih akan terjadi, sehingga IHSG pun akan berimbas turun," kata Reza, Senin (27/1/2014).

Menilik laju IHSG sebelumnya, setelah bergerak anomali dan tidak kuat berada di area overbought-nya, IHSG mulai lunglai dengan kian derasnya aksi ambil untung dari para pelaku pasar.

Saham-saham yang sebelumnya masih diharapkan mampu menopang laju penguatan IHSG, justru mulai melemah dengan adanya aksi tersebut.

Pelemahan IHSG turut ditunjang laju bursa saham Amerika Serikat (AS) hingga Asia yang menunjukkan penurunannya setelah berbagai sentimen yang kurang baik, antara lain adanya rilis beberapa kinerja emiten global yang di bawah estimasi.

Selain itu, rilis data makro ekonomi dari China dan Jepang yang kurang sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga pelaku pasar memanfaatkan berbagai sentimen negatif tersebut untuk keluar pasar.

Dan kebetulan juga, mayoritas harga saham juga sudah berada di area overbought, sehingga makin menambah hasrat untuk jualan.

Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.480,62 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.437,34 jelang preclosing dan berakhir di level 3327,34.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Dari luar negeri, adanya rilis negatif dari penurunan HSBC manufacturing PMI China tidak hanya memberikan gambaran kondisi kian melambatnya kegiatan industri di China, namun juga berimbas pada persepsi maupun ekspektasi pelaku pasar terhadap rilis kinerja emiten.

Akibatnya, pelaku pasar menilai nantinya rilis kinerja emiten-emiten Asia akan menurun sebagai akibat melambatnya indeks tersebut.

Di sisi lain, dengan adanya pelemahan tersebut, pelaku pasar beralih pada aset-aset yang dinilai aman, diantaranya yen sehingga nilainya menguat dan berimbas pada pelemahan bursa saham Asia, terutama Nikkei.

Sentimen dari aksi jual sejumlah mata uang Asia dan emerging market lainnya serta masih adanya respon negatif terhadap melemahnya indeks manufaktur China membuat laju bursa saham masih dalam tren pelemahannya.

Tidak hanya itu, masih adanya rilis kinerja emiten di bawah estimasi antara lain Caterpillar Inc., General Electric Co., Boeing Co., dan Kansas City Southern memberikan tambahan sentimen negatif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
3 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
4 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
4 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
5 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
5 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
5 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved