BEI terbitkan aturan baru free float

Senin, 27 Januari 2014 - 12:22 WIB
BEI terbitkan aturan...
BEI terbitkan aturan baru free float
A A A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan aturan baru perihal perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Dalam peraturan tersebut disebutkan, salah satu pokok perubahan dalam peraturan tersebut adalah ketentuan mengenai jumlah saham yang beredar di publik (free float).

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014. Ada beberapa poin perubahan yang harus disimak dalam peraturan baru tersebut. Peraturan ini dikeluarkan pada 20 Januari 2014 dan diberlakukan mulai 30 Januari 2014.

"Perubahan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas emiten dan perusahaan tercatat serta meningkatkan likuiditas saham emiten di pasar modal," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito di Pacific Place, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Ito menambahkan, perubahan aturan ini akan membedakan di papan utama dan papan pengembangan. Untuk papan utama, penambahan ketentuan bahwa untuk pencatatan di papan utama, perusahaan harus membukukan laba usaha paling kurang satu tahun buku terakhir.

Selain itu, ketentuan free float di papan utama, minimal 300 juta saham dan memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Lebih dari 20 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO kurang dari Rp500 miliar

2. Lebih dari 15 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO berkisar Rp500 miliar-Rp2 triliun.

3. Lebih besar 10 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO lebih besar dari Rp2 triliun.

Sementara itu, ketentuan free float di papan pengembangan minimal 150 juta saham dan memenuhi ketentuan sebagai berikut :

1. Lebih dari 20 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO kurang dari Rp500 miliar.

2. Lebih dari 15 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO berkisar Rp500 miliar-Rp2 triliun.

3. Lebih dari 10 persen bagi perusahaan dengan nilai ekuitas sebelum IPO lebih dari Rp2 triliun.

Ito menjelaskan, dalam persyaratan pencatatan awal, perjanjian penjaminan emisi dalam rangka penawaran umum diharuskan full commitment, baik untuk papan utama maupun papan pengembangan dan free float dihitung berdasarkan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama.

Perubahan aturan ini juga memuat pola beberapa ketentuan baru (continuos obligation) bagi perusahaan tercatat untuk tetap tercatat, antara lain free float minimal 50 juta saham dan minimal 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetor.

Selain itu, jumlah pemegang saham minimal 300 pemegang saham yang memiliki rekening efek di anggota bursa efek, memiliki komisaris independen minimal 30 persen dari anggoran dewan komisaris, memiliki satu direktur independen, komite audit, sekretaris perusahaan dan unit internal audit.

Ito menuturkan, peraturan tersebut juga menetapkan beberapa masa transisi bagi perusahaan yang telah mengajukan permohonan pencatatan efeknya ke bursa (calon emiten) paling lambat pada tanggal diberlakukannya, maka ketentuan mengenai free float dan jumlah pemegang saham tetap mengacu pada Peraturan Nomor I-A Nomor Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004.

"Ketentuan ini berlaku sepanjang tidak terdapat perubahan pada tanggal laporan keuangan yang digunakan oleh calon emiten untuk melakukan pencatatan efek di bursa," imbuh Ito.

Sedangkan bagi perusahaan tercatat, ketentuan free float dan jumlah pemegang saham wajib dipenuhi dalam jangka waktu paling lambat 24 bulan sejak diberlakukan keputusan ini.

"Ketentuan pemenuhan masa jabatan komisaris independen dan direktur independen paling banyak dua periode berturut-turut. Wajib dipenuhi pula dalam jangka waktu paling lambat enam bulan terhitung sejak berlakunya keputusan ini. Biaya pencatatan tahunan wajib dipenuhi mulai 1 Januari 2015," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved