Bangun smelter, pengusaha minta insentif

Senin, 27 Januari 2014 - 18:40 WIB
Bangun smelter, pengusaha...
Bangun smelter, pengusaha minta insentif
A A A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Indosmelt, Natsir Mansyur mengatakan bahwa pasokan konsentrat akan diolah di Maros Sulawesi Selatan. Smelter dengan kapasitas 180 ribu ton per tahun dengan kebutuhan 750.00 ton per tahun ini menggandeng Autotech, konsultan pertambangan asal Australia, dalam melakukan kajian pembangunan smelter.

"Dalam waktu dekat ini bisa groundbreaking sekitar 1-2 bulan ke depan," ujarnya saat penandatanganan CSPA dengan PT Freeport Indonesia di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Senin (27/1/2014).

Dia menjelaskan, pembangunan smelter ada sedikit revisi karena ketentuan minimum pengolahan tembaga sebesar 15 persen. Sehingga harus ada revisi produks berupa copper cathoda atau lempeng tembaga murni. "Sehingga ada revisi data lama terkait kandungan autotech. Revisi akan dilakaukan secepatnya," katanya.

Di samping itu, Natsir juga meminta kepada pemerintah agar diberikan insentif. Hal ini untuk mendorong agar pembangunan smleter berjalan sesuai harapan. "Pembangunan smleter ini seperti ibu hamil butuh asupan gizi. Dayanya saja sampai 150 megawatt," ujarnya.

Menurutnya, di Sulsel kelebihan daya hingga 1200 MW. Karena itu, dia meminta kepada pemerintah dalam hal ini PT PLN (persero) menjamin keberlansungan smelternya. "Tadinya kami investasi sendiri pembangkit listri tapi uangnnya sudah kami pindahkan untuk pemurnian emas," ungkap dia.

Sementara secara terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menuturkan kewajiban pemangunan smelter merupakan hal terpenting dalam mengoptimalkan hlirisasi di sektor tambang. Hal itu bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah bagi kegiatan tambang dalam negeri.

"Kita dorong terus supaya cita-cita mulia ini berjalan dengan baik,"kata dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta hari ini.

Dia menyebutkan terdapat 25 industri tambang yang serius berkomitmen membangun smelter. Kemudian terdapat 66 perusahaan yang mengajukan proposan untuk pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian ini. "Kalau yang 25 ini serius dan jadi saja sudah sangat bagus," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
14 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
31 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved