IHSG diproyeksi masih akan memerah
Selasa, 28 Januari 2014 - 08:19 WIB
IHSG diproyeksi masih akan memerah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securites Reza Priyambada mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.269-4.295 dan resistance 4.350-4.372.
Artinya, pada perdagangan hari ini IHSG kembali membuka peluang pelemahan lantaran lajunya yang berada di bawah target support.
"IHSG berada di bawah kisaran target support 4.423-4.430 yang membuka peluang pelemahan," Reza, Selasa (28/1/2014).
Reza menambahkan, meski beberapa gap telah ditutup, namun utang gap 4.270-4.293 belum tertutup sempurna. Menurut dia, potensi pelemahan masih ada, namun diharapkan tidak terlalu dalam.
Menilik laju IHSG pada perdagangan kemarin, dia mengatakan, tiada kata-kata maupun alasan yang lebih pas untuk menggambarkan laju IHSG selain kalimat ambil untung (profit taking).
Seperti yang diulas sebelumnya, di mana IHSG mulai lunglai dengan kian derasnya aksi ambil untung terkait berbagai sentimen negatif, termasuk laju rupiah yang masih melemah.
Turunnya bursa saham AS berimbas pada negatifnya laju bursa saham Asia, sehingga berpengaruh juga pada laju IHSG. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking. Tampak saham-saham big caps yang telah menguat sebelumnya mengalami tekanan jual, antara lain AALI, ITMG, INTP, UNVR dan lainnya.
Jika pada akhir pekan kemarin pelemahan yang terjadi telah menutup utang gap 4.477-4.483 meski hampir menutup utang gap 4.436-4.440 serta kembali terciptanya utang gap di level 4.483-4.480, kali ini dengan derasnya aksi jual juga telah menimbulkan utang gap di level 4.358-4.437.
Di sisi lain, pelemahan tersebut juga telah menutup utang gap 4.393-4.398 dan hampir menutup utang gap 4.270-4.292.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.360,35 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.286,44 di sesi 1 dan berakhir di level 4.322,78.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Artinya, pada perdagangan hari ini IHSG kembali membuka peluang pelemahan lantaran lajunya yang berada di bawah target support.
"IHSG berada di bawah kisaran target support 4.423-4.430 yang membuka peluang pelemahan," Reza, Selasa (28/1/2014).
Reza menambahkan, meski beberapa gap telah ditutup, namun utang gap 4.270-4.293 belum tertutup sempurna. Menurut dia, potensi pelemahan masih ada, namun diharapkan tidak terlalu dalam.
Menilik laju IHSG pada perdagangan kemarin, dia mengatakan, tiada kata-kata maupun alasan yang lebih pas untuk menggambarkan laju IHSG selain kalimat ambil untung (profit taking).
Seperti yang diulas sebelumnya, di mana IHSG mulai lunglai dengan kian derasnya aksi ambil untung terkait berbagai sentimen negatif, termasuk laju rupiah yang masih melemah.
Turunnya bursa saham AS berimbas pada negatifnya laju bursa saham Asia, sehingga berpengaruh juga pada laju IHSG. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking. Tampak saham-saham big caps yang telah menguat sebelumnya mengalami tekanan jual, antara lain AALI, ITMG, INTP, UNVR dan lainnya.
Jika pada akhir pekan kemarin pelemahan yang terjadi telah menutup utang gap 4.477-4.483 meski hampir menutup utang gap 4.436-4.440 serta kembali terciptanya utang gap di level 4.483-4.480, kali ini dengan derasnya aksi jual juga telah menimbulkan utang gap di level 4.358-4.437.
Di sisi lain, pelemahan tersebut juga telah menutup utang gap 4.393-4.398 dan hampir menutup utang gap 4.270-4.292.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.360,35 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.286,44 di sesi 1 dan berakhir di level 4.322,78.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :