IBF targetkan pembiayaan Rp1,6 T tahun ini
Selasa, 28 Januari 2014 - 18:18 WIB
IBF targetkan pembiayaan Rp1,6 T tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan pembiayaan alat berat, PT Intan Baruprana Finance (IBF) menargetkan nilai pembiayaan baru tahun ini sebesar Rp1,6 Triliun.
Hal ini mendorong perseroan melakukan pendanaan senilai Rp300 miliar dari surat utang medium term notes (MTN). Anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) ini menjanjikan, nilai kupon yang kompetitif dari perbankan dan instrumen lainnya dengan tenor tiga tahun.
Deputi Presiden Direktur IBF, Hartono Jap mengatakan, perseroan optimis dengan sambutan pasar terhadap surat utang tersebut. Kondisi ini disebutnya berkat strategi diversifikasi segmen pembiayaan sejak dua tahun lalu. Perseroan memperluas segmen bisnisnya tidak hanya di pertambangan dan mengikuti ekspansi induk usahanya.
"Kondisi kami sangat bagus dengan target pertumbuhan 30 persen tahun ini. Strategi kami dengan diversifikasi ke segmen non tambang. Kami akan masuk ke sektor yang tahan krisis seperti konstruksi, logistik, transportasi, hingga migas," ujar Hartono saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Strategi perseroan ini membuktikan komitmen perseroan untuk meningkatkan kontribusi segmen non tambang. Saat ini perseroan masih didukung segmen tambang mencapai 70 persen. Namun dalam tiga tahun ke depan komposisi non tambang ditargetkan sudah seimbang.
Selain itu, perseroan juga menargetkan akan menyeimbangkan komposisi pembiayaan konvensional dan syariah. Dia mengatakan, perseroan menargetkan ekspansi ini demi mencapai target pembiayaan 2014 sebesar Rp1,6 triliun, naik dari 2013 sebesar Rp1 triliun.
Hal ini mendorong perseroan melakukan pendanaan senilai Rp300 miliar dari surat utang medium term notes (MTN). Anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) ini menjanjikan, nilai kupon yang kompetitif dari perbankan dan instrumen lainnya dengan tenor tiga tahun.
Deputi Presiden Direktur IBF, Hartono Jap mengatakan, perseroan optimis dengan sambutan pasar terhadap surat utang tersebut. Kondisi ini disebutnya berkat strategi diversifikasi segmen pembiayaan sejak dua tahun lalu. Perseroan memperluas segmen bisnisnya tidak hanya di pertambangan dan mengikuti ekspansi induk usahanya.
"Kondisi kami sangat bagus dengan target pertumbuhan 30 persen tahun ini. Strategi kami dengan diversifikasi ke segmen non tambang. Kami akan masuk ke sektor yang tahan krisis seperti konstruksi, logistik, transportasi, hingga migas," ujar Hartono saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Strategi perseroan ini membuktikan komitmen perseroan untuk meningkatkan kontribusi segmen non tambang. Saat ini perseroan masih didukung segmen tambang mencapai 70 persen. Namun dalam tiga tahun ke depan komposisi non tambang ditargetkan sudah seimbang.
Selain itu, perseroan juga menargetkan akan menyeimbangkan komposisi pembiayaan konvensional dan syariah. Dia mengatakan, perseroan menargetkan ekspansi ini demi mencapai target pembiayaan 2014 sebesar Rp1,6 triliun, naik dari 2013 sebesar Rp1 triliun.
(izz)
Lihat Juga :