Laju rupiah diprediksi kembali terapresiasi

Kamis, 30 Januari 2014 - 08:38 WIB
Laju rupiah diprediksi...
Laju rupiah diprediksi kembali terapresiasi
A A A
Sindonews.com - Aksi Bank Sentral Turki yang menaikkan suku bunga acuannya untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Lira memberikan tambahan amunisi bagi mata uang emerging market lainnya untuk menguat, termasuk laju rupiah yang terapresiasi setelah berada di zona merah.

"Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya ke level 10 persen dari sebelumnya 4,5 persen dan juga suku bunga overnight lending ke level 12 persen dari sebelumnya 7,75 persen serta overnight borrowing dari 3,5 persen ke level 8 persen," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (30/1/2014).

Apresiasi rupiah, Reza mengatakan, juga terbantukan dengan positifnya rilis data-data makro Korea Selatan dan kenaikan rating Morgan Stanley ke equalweight dari underweight.

Apresiasi rupiah akan tercermin dari lajunya pada perdagangan hari ini, yang diprediksi akan berada pada kisaran Rp12.179-12.132 per USD.

"Laju rupiah jauh berada di atas resisten Rp12.241. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.179-12.132 per USD mengacu kurs tengah BI," prediksi dia.

Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.154 per USD atau terapresiasi 113 poin dibanding penutupan Rabu (29/1/2014) di level Rp12.267 per USD.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp12.166 per USD. Posisi ini terapresiasi 24 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.190 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
12 menit yang lalu
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
30 menit yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
10 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
10 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
11 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved