ANTM bukukan pendapatan Rp11,29 T di 2013
Jum'at, 31 Januari 2014 - 15:23 WIB
ANTM bukukan pendapatan Rp11,29 T di 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang 2013 berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp11,29 triliun atau naik 8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp10,45 triliun.
Dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (31/1/2014) dijelaskan bahwa meningkatnya penjualan perseroan didukung naiknya volume produksi dan penjualan komoditas perseroan. Bahkan, volume produksi dan penjualan bijih nikel mengalami pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Volume produksi nikel pada tahun lalu mencapai level tertinggi sebanyak 11,52 juta wmt atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya 9,43 juta wmt. Meningkatnya produksi bijih nikel diikuti kenaikan volume penjualan nikel sebesar 9,71 juta wmt, naik 21 persen dibanding volume
penjualan 2012 sebanyak 8 juta wmt.
Adapun pendapatan bijih nikel sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp4,05 triliun atau naik 32
persen dibanding 2012 senilai Rp3,06 triliun. Sementara untuk memenuhi regulasi pemerintah terkait kewajiban pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri, perseroan
pada 2014 menargetkan memproduksi bijih nikel sebanyak 1,44 juta wmt.
Seluruh bijih nikel itu akan digunakan sebagai umpan bijih pabrik feronikel Pomalaa. Pendapatan feronikel sebesar Rp2,07 triliun, yang berasal dari penjualan sebanyak 19.530 TNI, dengan harga rata-rata USD6,32 per ton.
Adapun, pendapatan emas pada tahun lalu tercatat mencapai Rp4,7 triliun atau meningkat 30 persen dibanding tahun sebelumnya Rp3,63 triliun. Pendapatan itu berasal dari volume penjualan emas sebanyak 9.391 kilogram atau 301.928 oz dengan harga rata-rata USD1.523,23 per oz.
Sementara komoditas batu bara mencatat pendapatan Rp81 miliar dengan menjual 304.526 ton. Pendapatan bauksit sebesar Rp67 miliar dengan menjual 167.229 wmt.
Dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (31/1/2014) dijelaskan bahwa meningkatnya penjualan perseroan didukung naiknya volume produksi dan penjualan komoditas perseroan. Bahkan, volume produksi dan penjualan bijih nikel mengalami pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Volume produksi nikel pada tahun lalu mencapai level tertinggi sebanyak 11,52 juta wmt atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya 9,43 juta wmt. Meningkatnya produksi bijih nikel diikuti kenaikan volume penjualan nikel sebesar 9,71 juta wmt, naik 21 persen dibanding volume
penjualan 2012 sebanyak 8 juta wmt.
Adapun pendapatan bijih nikel sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp4,05 triliun atau naik 32
persen dibanding 2012 senilai Rp3,06 triliun. Sementara untuk memenuhi regulasi pemerintah terkait kewajiban pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri, perseroan
pada 2014 menargetkan memproduksi bijih nikel sebanyak 1,44 juta wmt.
Seluruh bijih nikel itu akan digunakan sebagai umpan bijih pabrik feronikel Pomalaa. Pendapatan feronikel sebesar Rp2,07 triliun, yang berasal dari penjualan sebanyak 19.530 TNI, dengan harga rata-rata USD6,32 per ton.
Adapun, pendapatan emas pada tahun lalu tercatat mencapai Rp4,7 triliun atau meningkat 30 persen dibanding tahun sebelumnya Rp3,63 triliun. Pendapatan itu berasal dari volume penjualan emas sebanyak 9.391 kilogram atau 301.928 oz dengan harga rata-rata USD1.523,23 per oz.
Sementara komoditas batu bara mencatat pendapatan Rp81 miliar dengan menjual 304.526 ton. Pendapatan bauksit sebesar Rp67 miliar dengan menjual 167.229 wmt.
(rna)
Lihat Juga :