Petani Klaten resah jatah pupuk dikurangi

Jum'at, 31 Januari 2014 - 18:24 WIB
Petani Klaten resah...
Petani Klaten resah jatah pupuk dikurangi
A A A
Sindonews.com - Sejumlah petani yang tersebar di penjuru Kabupate Klaten saat ini dilanda keresahan. Pasalnya jumlah alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten tersebut tahun ini dkurangi lebih dari 4.000 ton.

Keterangan yang didapatkan dari Petani di Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Wijanarko, menyebutkan pihaknya mengaku mendengar adanya pengurangan alokasi pupuk bersubsidi tersebut dari mulut ke mulut. Menurutnya kabar tersebut membuat para petani kebingungan, mengingat keberadaan pupuk bersubsidi tersebut sangat diperlukan bagi para petani.

Ia mengatakan, jika kabar itu benar, maka bisa dipastikan kebutuhan pupuk bagi para petani untuk tahun ini bakal mengalami kekurangan yang cukup berarti.

"Luas lahan padi di Klaten itu cukup banyak, lha kok jatah subsidi pupuk malah dikurangi bukannya ditambah," ucapnya kepada SINDO, Jumat (31/1/2014).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh petani di wilayah Cokro, Kecamatan Tulung, Sudarno. Menurutnya pengurangan alokasi pupuk tersebut bisa memicu harga pupuk di pasaran mengalami kenaikan. Menurutnya hal itu disebabkan karena stok pupuk tidak berbanding dengan luas lahan yang ada.

"Jika pupuk langka secara hukum ekonomi pastinya harga akan naik. Dengan kondisi ini yang pasti dirugikan adalah para petani," ucapnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Joko Siswanto, membenarkan penguragan kuota pupuk tersebut. Menurutnya untuk tahun ini Kabupaten Klaten hanya mendapat jatah pupuk urea sebanyak 20.717 ton, jenis SP-36 2.198 ton, jenis ZA 7.793 ton, Jenis NPK 10.608 ton, dan Organik 4.495 ton.

Ia menyebutkan, yang mengalami penurunan paling berarti adalah jenis Pupuk Urea, jika pada tahun sebelumnya 25.500 ton, saat ini hanya mendapatkan jatah 20.717 ton. Dia mengatakan, dengan jumlah tersebut kemungkinan besar tidak akan mencukupi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Klaten.

"Kemungkinan jatah itu tidak mencukupi mengingat lahan kita lebih dari 63.000 hektare yang siap tanam. Kemungkinan nantinya ada evaluasi dari pemerintah daerah," ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved