IHSG awal pekan diprediksi variatif

Senin, 03 Februari 2014 - 08:26 WIB
IHSG awal pekan diprediksi...
IHSG awal pekan diprediksi variatif
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi akan bergerak pada support 4.340-4.372 dan resistance 4.425-4.434.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG sebelumnya hampir mendekati kisaran target resisten 4.428-4.448 dan sempat di bawah kisaran target support 4.349-4.389, sehingga belum kuat mengkonfirmasi penguatan lanjutan.

IHSG pun diprediksi akan bergerak variatif cenderung sideways terutama mengantisipasi rilis data-data makro dalam negeri nantinya.

"Sempat membuat kami khawatir dengan tidak berjalannya IHSG sesuai harapan sebelumnya, di mana kami sangat mengharapkan IHSG dapat menutupi sempurna utang gap 4.360-4.437, sehingga nantinya memiliki peluang untuk menuju utang gap berikutnya di level 4.480-4.483," kata Reza dalam risetnya, Senin (3/2/2014).

Tertahannya laju IHSG, Reza menjelaskan, dipicu negatifnya laju bursa saham Asia yang terpengaruh dengan pelemahan pada laju bursa saham Amerika Serikat dan Eropa setelah rilis hasil pertemuan FOMC yang memulai dilakukannya tapering off dan kembali melemahnya laju rupiah.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Jannet Allen sebagai pengganti Ben Bernanke mulai awal Februari nanti juga mensinyalkan akan melakukan tapering lanjutan untuk menyelamatkan perekonomian AS.

Di lain pihak, masih adanya keinginan IHSG untuk dapat menutup sempurna utang gap besar tersebut, sehingga tidak anjlok ke utang gap 4.270-4.292 mampu membalikkan kondisi merah di awal menjadi menghijau di akhir sesi. IHSG konfirmasi positif jelang libur Imlek 2.565.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.418,76 jelang preclosing dan menyentuh level terendah 4.347,73 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.418,76.

"Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.

Dari luar negeri, jelang libur Imlek, laju bursa saham Asia terperosok setelah pelaku pasar kembali melakukan aksi jual merespon hasil rilis pertemuan The Fed yang mengurangi stimulusnya.

Di sisi lain, rilis HSBC manufacturing PMI China yang lebih rendah mengkonfirmasi makin melambatnya perekonomian China, terutama di pekan sebelumnya juga dirilis data GDP, retail sales, dan industrial production China yang juga mengalami pelemahan turut menambah sentimen negatif.

Jelang akhir pekan, hampir mayoritas bursa saham Asia libur dengan adanya Imlek. Nikkei masih buka, namun berakhir negatif terimbas pelemahan pada bursa saham Rusia dan Brazil.

Rilis kinerja beberapa emiten, antara lain Givaudan SA, Infineon Tech. AG., Ericsson AB, hingga Royal Dutch Shell Plc. yang melampaui estimasi yang dibarengi rilis kenaikan GDP Spanyol dan consumer confidence zona Eropa serta stabilnya data ketenagakerjaan Jerman mampu membalikkan positif laju bursa saham Eropa yang sempat melemah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
33 menit yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
1 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
1 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
1 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
2 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
2 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved