Kasus impor beras Vietnam minta diusut tuntas

Senin, 03 Februari 2014 - 17:26 WIB
Kasus impor beras Vietnam...
Kasus impor beras Vietnam minta diusut tuntas
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan aparat penegak hukum untuk segera menginvestigasi dan memeriksa hingga tuntas carut marut kasus impor beras Vietnam yang dilakukan oleh mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Mengenai tudingan keterkaitan dengan Kementerian Pertanian, Firman mengatakan bahwa Kementerian Pertanian menyatakan kepada DPR tidak pernah mengeluarkan izin impor kepada Kementerian Perdagangan.

“Sudah tiga kali, rapat kerja, via SMS (pesan singkat), melalui dirjen Bea Cukai, bahkan hari ini kita mau rapat lagi dengan Menteri Pertanian”, ujar Firman dalam rilisnya, Senin (3/2/2014).

Dia menambahkan, beras yang diimpor Kementerian Perdagangan merupakan beras kelas premium, namun fakta di lapangan merupakan beras kelas medium.

“Padahal, Kementan dan Bulog menyampaikan kepada kami bahwa stok pangan nasional, khususnya beras medium masih cukup,” ujar Firman.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 mengenai Pangan dan UU Nomor 19 tentang perlindungan Pemberdayaan petani bahwa impor dilakukan ketika stok pangan nasional tidak mencukupi.

Terkait hal ini, dia mengaku kecewa karena pemerintah tidak memperhatikan para petani yang dilanda berbagai bencana alam serta ancaman gagal panen.

“Karena itu saya mendesak agar Gita Wirjawan bertanggung jawab menyelesaikan kasus ini, bukan melimpahkan kepada anak buah. Siapapun yang terlibat harus diusut tuntas dan transparan agar masyarakat tidak kecewa,” tutur Firman.

Firman menambahkan, kasus beredarnya beras impor medium asal Vietnam itu merupakan isu panas di tahun politik ini. Pasalnya, beras merupakan komoditas yang melibatkan hajat hidup orang banyak.

Dia meminta, kasus impor beras Vietnam ini jangan dijadikan ajang politisasi terhadap pihak-pihak berkuasa, namun harus dituntaskan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat tentang kebijakan perberasan nasional.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
15 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
49 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved