BI prediksi inflasi Februari di Sulampua 1,57%

Selasa, 04 Februari 2014 - 19:50 WIB
BI prediksi inflasi...
BI prediksi inflasi Februari di Sulampua 1,57%
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menilai posisi inflasi Januari 2014 di Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) sebesar 1,11 persen, bukan sebuah hal yang mengagetkan dan tak diprediksi. Bahkan inflasi dipediksi berlanjut hingga Februari dengan posisi 1,57 persen atau meningkat 0,46 poin.

Kepala Perwakilan BI Regional VI Sulampua, Suhaedi mengungkapkan, pihak bank sentral memandang angka inflasi bulanan tersebut memang cukup tinggi. Namun, hal itu tidak mengherankan karena beberapa faktor dan cuaca yang tidak mendukung.

"Ini tidak aneh, karena terjadi secara musiman. Curah hujan masih berada pada level tinggi hingga sangat tinggi. Sehingga akan mengganggu produksi dan distribusi komoditas pangan. Tidak heran tekanan terbesar dari komponen volatile food terutama pada hasil tangkapan ikan," ujar dia dalam rilis BI kepada Koran Sindo, Selasa (4/2/2014).

Untuk inflasi administered price, lanjut dia, juga sedikit meningkat. Tekanan inflasi lain berasal dari komponen administered price yaitu rencana kenaikan pajak daerah untuk tembakau yang berpotensi meningkatkan harga rokok.

Menurutnya, ekspektasi harga masyarakat yang menunjukkan peningkatan pada Februari ini juga menjadi sumber pendorong inflasi, khususnya pada komoditas core inflation. Sementara, kenaikan tarif listrik industri yang baru akan dinaikkan pada Mei 2014 serta tren harga emas internasional menurun, diklaim akan menjadi faktor berpotensi menahan laju inflasi bulan ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulampua Grup Ekonomi dan Keuangan, Causa Iman Karana mengatakan, selain bahan makanan, tekanan inflasi datang dari sisi distribusi barang.

"Kalau faktor musiman seperti cuaca inflasi memang naik. Harga barang-barang kebutuhan mahal karena supply yang sedikit. Dengan kondisi cuaca seperti ini, kapal juga urung berangkat sembari menunggu gelombang cukup bagus," jelasnya.

Karena itu, BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan harga guna menekan laju inflasi. Selain itu, pihaknya juga memantau harga dan terus mendukung sejumlah kegiatan dalam menciptakan ketahanan pangan. Misalnya pengembangan sapi Bali di daerah, bantuan teknis kepada para petani, serta pengembangan cluster cabai di Maros.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved