DPR: Beras ilegal ganggu serapan beras petani

Minggu, 09 Februari 2014 - 13:48 WIB
DPR: Beras ilegal ganggu...
DPR: Beras ilegal ganggu serapan beras petani
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IV DPR Hermanto meminta pemerintah untuk menindak tegas importir beras ilegal dari Vietnam. Pasalnya, keberadaan beras ilegal akan mengganggu serapan beras petani dalam negeri.

"Keberadaan beras impor dari vietnam yang diduga ilegal ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mendapat kejelasan. Hal itu sangat jelas akan merugikan petani," kata Hermanto, Minggu (9/2/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan secara jelas mengungkapkan bahwa pengadaan cadangan pangan pemerintah diutamakan melalui pembelian pangan pokok produksi dalam negeri, terutama pada saat panen raya.

Dia menganalisa, dengan kondisi produksi beras pada 2013 surplus lima juta ton, logikanya tidak ada lagi impor beras. Justru penyerapan beras dalam negeri dari petani harus ditingkatkan agar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani dalam negeri.

"Jadi, kita berharap gonjang-ganjing kasus tersebut diusut hingga tuntas," tandas dia.

Sekedar informasi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa pada saat inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur menemukan adanya beras ilegal asal Vietnam.

Atas kejadian itu, dia meminta semua importir beras yang mendapatkan izin impor beras asal Vietnam pada 2013 diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaaan, Kementerian Perdagangan mencurigai tiga importir beras vietnam melanggar izin.

Sementara Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tanjung Priok mencurigai adanya pelanggaran terhadap impor beras yang menyebabkan masuknya beras jenis Fragrance Rice Vietnam (beras premium) ke pasar lokal dengan menggunakan izin beras atas nama Thai Hom Mali.

Karena itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengambil langkah inisiatif dengan menaikkan status pemeriksaan beras yang sebelumnya low risk menjadi high risk.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
21 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
37 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
44 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
49 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
49 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved