Laba bersih BMRI 2013 tembus Rp18,2 T
Senin, 10 Februari 2014 - 17:42 WIB
Laba bersih BMRI 2013 tembus Rp18,2 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil membukukan laba bersih sepanjang 2013 sebesar Rp18,2 triliun atau tumbuh 17,4 persen jika dibandingkan 2012 sebesar Rp15,5 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin menerangkan, pertumbuhan laba tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 5,2 persen menjadi Rp32,7 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp27,5 triliun.
"Untuk pendapatan premi bersih kami sebesar Rp2,6 triliun meningkat 21,4 persen dibandingkan 2012 diperiode yang sama sebesar Rp2,1 triliun," terang Budi di Plaza Mandiri Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Sementara, lanjut dia, untuk laba sebelum pajak periode Januari hingga akhir Desember 2013 tercatat tumbuh 17,4 persen menjadi sebesar Rp24 triliun bila dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp15,5 triliun. Laba operasi perseroan juga tumbuh 20 persen dari Rp19,6 triliun pada 2012 menjadi Rp23,5 triliun di akhir 2013.
"Sementara, pada fee base income perseroan sebesar Rp14,5 triliun atau meningkat 2,2 persen bila dibandingkan 2012 di periode yang sama yakni mencapai Rp12,2 triliun. Dan total operating income kami meningkat 7,9 persen menjadi Rp49,9 triliun," pungkas Budi.
Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin menerangkan, pertumbuhan laba tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 5,2 persen menjadi Rp32,7 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp27,5 triliun.
"Untuk pendapatan premi bersih kami sebesar Rp2,6 triliun meningkat 21,4 persen dibandingkan 2012 diperiode yang sama sebesar Rp2,1 triliun," terang Budi di Plaza Mandiri Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Sementara, lanjut dia, untuk laba sebelum pajak periode Januari hingga akhir Desember 2013 tercatat tumbuh 17,4 persen menjadi sebesar Rp24 triliun bila dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp15,5 triliun. Laba operasi perseroan juga tumbuh 20 persen dari Rp19,6 triliun pada 2012 menjadi Rp23,5 triliun di akhir 2013.
"Sementara, pada fee base income perseroan sebesar Rp14,5 triliun atau meningkat 2,2 persen bila dibandingkan 2012 di periode yang sama yakni mencapai Rp12,2 triliun. Dan total operating income kami meningkat 7,9 persen menjadi Rp49,9 triliun," pungkas Budi.
(izz)
Lihat Juga :