IHSG dihantui aksi profit taking

Selasa, 11 Februari 2014 - 08:14 WIB
IHSG dihantui aksi profit...
IHSG dihantui aksi profit taking
A A A
Sindonews.com - Alih-alih mencetak lanjutan penguatannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru didera aksi ambil untung (profit taking) yang pada akhirnya mengehempaskannya ke zona merah. Begitupun pada hari ini, bila aksi ambil untung tak kunjung reda, bukan mustahil IHSG bisa terperosok lagi.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.421-4.431 dan resistance 4.478-4.521.

"Aura positif IHSG mulai berkurang, sehingga diperlukan sentimen positif lainnya untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika tidak, maka kembali harus bersiap dengan potensi downreversal," terang dia Selasa (11/2/2014).

Melihat lajunya secara historikal pasca menguat selama tiga hari berturut-turut, IHSG gagal menggenapkan laju kenaikannya di awal pekan ini.

Reza mengatakan, meski sempat bertahan menghijau, namun jelang akhir sesi 1 mulai terlihat potensi pelemahan dan akhirnya IHSG harus berada di zona merah dalam penutupannya. Pelaku pasar pun mulai melakukan aksi profit taking.

"Sebelumnya kami ulas, kembali IHSG meninggalkan utang gap di level 4.424-4.440. Semoga laju bursa saham global masih positif dan tidak terjadi aksi profit taking yang memicu pembalikan arah IHSG. Padahal, laju bursa saham global memang masih positif, namun ternyata IHSG memilih untuk turun tidak sesuai harapan," paparnya.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.502,78 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.449,04 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.450,75.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten 4.472-4.483, namun gagal bertahan dan kembali ke kisaran target support 4.431-4.456.

Dari luar negeri, rilis data-data AS di pekan sebelumnya berupa kenaikan manufacturing dan nonfarm payroll, serta ADP employment change dan juga penurunan initial jobless claim memberikan sentimen positif bagi laju bursa saham Asia. Pelaku pasar pun masih bertahan, sehingga dapat membuat laju bursa saham Asia berada di zona hijau.

Saham-saham manufaktur dan pertambangan menjadi penggerak hijaunya bursa saham Asia setelah beredar kabar pemerintah China melanjutkan subsidi pada automotif dan ekspektasi kenaikan consumer spending sepanjang libur Imlek.

"HSI gagal bertahan di zona hijau setelah meninggalkan utang gap 21.440-21.480," tambah dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Berita Terkini
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
44 menit yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
1 jam yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
2 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
6 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
6 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved