Pefindo: Prospek peringkat FIFA dan IMFI stabil
Selasa, 11 Februari 2014 - 11:34 WIB
Pefindo: Prospek peringkat FIFA dan IMFI stabil
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan prospek peringkat stabil untuk dua perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan. Kedua perusahaan tersebut, yakni PT Federal International Finance (FIFA) dan PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI).
Pefindo memberikan peringkat idAA+ untuk FIFA dan obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp7,4 triliun, dengan prospek peringkat perusahaan stabil.
Analis Pefindo Gary Hanniffy mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan fungsi perusahaan yang strategis bagi induk usaha, PT Astra International Tbk (ASII).
"Selain itu, juga mencerminkan posisi usaha yang sangat kuat di industri pembiayaan sepeda motor dan kualitas aset yang kuat, namun dibatasi ketatnya persaingan di industri pembiayaan," kata dia dalam rilisnya, Selasa (11/2/2014).
Adapun, obligasi yang akan jatuh tempo, meliputi Obligasi Berkelanjutan I tahap II 2013 seri A senilai Rp710 miilar yang akan jatuh tempo pada 14 April 2014, Obligasi Berkelanjutan I tahap I/2012 seri B senilai Rp1,37 triliun yang akan jatuh tempo pada 20 April 2014.
Selain itu, Obligasi XI/2011 seri C senilai Rp1,9 triliun yang akan jatuh tempo pada 26 April 2014 dan Obligasi X/2010 seri D senilai Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada 29 April 2014.
Pefindo meyakini bahwa FIFA memiliki kemampuan memenuhi kewajiban obligasi yang jatuh tempo didukung saldo kas senilai Rp905 miilar per akhir kuartal III/2013.
"Juga didukung rata-rata penerimaan piutang pembiayaan sekitar Rp2 triliun per bulan dan total fasilitas kredit pinjaman yang belum digunakan pada akhir September 2013 sebesar Rp6 triliun," ujar dia.
Sementara itu, Pefindo menetapkan kembali peringkat idA untuk IMFI dan menaikkan prospek peringkat dari negatif menjadi stabil. Alasan Pefindo mengubah prospek peringkat tersebut, menurut analis Pefindo Hendro Utomo karena kemampuan perusahaan untuk memperbaiki profil kualitas aset, khususnya dari segmen pembiayaan mobil dan motor.
"Peringkat tersebut mencerminkan sinergi bisnis yang kuat dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) selaku induk perusahaan dan kuatnya permodalan," ujar dia.
Kendati demikian, peringkat itu dibatasi indikator kualitas aset perusahaan yang masih di bawah rata-rata dan ketatanya persaingan pada industri pembiayaan.
Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk surat utang yang diterbitkan IMFI, yakni Obligasi IV/2011 dan Obligasi Berkelanjutan I/2012.
Untuk Obligasi Berkelanjutan I/2012 tahap 2 seri A senilai Rp109 miliar yang akan jatuh tempo pada 18 mei 2014, Pefindo berpendapata bahwa IMPFI mampu melunasiknya menggunakan dana internal. Pasalnya, saldo kas dan setara kas perusahaan per akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp108,1 miliar dan rata-rata pembayaran piutang per bulan Rp250 miliar.
Pefindo memberikan peringkat idAA+ untuk FIFA dan obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp7,4 triliun, dengan prospek peringkat perusahaan stabil.
Analis Pefindo Gary Hanniffy mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan fungsi perusahaan yang strategis bagi induk usaha, PT Astra International Tbk (ASII).
"Selain itu, juga mencerminkan posisi usaha yang sangat kuat di industri pembiayaan sepeda motor dan kualitas aset yang kuat, namun dibatasi ketatnya persaingan di industri pembiayaan," kata dia dalam rilisnya, Selasa (11/2/2014).
Adapun, obligasi yang akan jatuh tempo, meliputi Obligasi Berkelanjutan I tahap II 2013 seri A senilai Rp710 miilar yang akan jatuh tempo pada 14 April 2014, Obligasi Berkelanjutan I tahap I/2012 seri B senilai Rp1,37 triliun yang akan jatuh tempo pada 20 April 2014.
Selain itu, Obligasi XI/2011 seri C senilai Rp1,9 triliun yang akan jatuh tempo pada 26 April 2014 dan Obligasi X/2010 seri D senilai Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada 29 April 2014.
Pefindo meyakini bahwa FIFA memiliki kemampuan memenuhi kewajiban obligasi yang jatuh tempo didukung saldo kas senilai Rp905 miilar per akhir kuartal III/2013.
"Juga didukung rata-rata penerimaan piutang pembiayaan sekitar Rp2 triliun per bulan dan total fasilitas kredit pinjaman yang belum digunakan pada akhir September 2013 sebesar Rp6 triliun," ujar dia.
Sementara itu, Pefindo menetapkan kembali peringkat idA untuk IMFI dan menaikkan prospek peringkat dari negatif menjadi stabil. Alasan Pefindo mengubah prospek peringkat tersebut, menurut analis Pefindo Hendro Utomo karena kemampuan perusahaan untuk memperbaiki profil kualitas aset, khususnya dari segmen pembiayaan mobil dan motor.
"Peringkat tersebut mencerminkan sinergi bisnis yang kuat dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) selaku induk perusahaan dan kuatnya permodalan," ujar dia.
Kendati demikian, peringkat itu dibatasi indikator kualitas aset perusahaan yang masih di bawah rata-rata dan ketatanya persaingan pada industri pembiayaan.
Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk surat utang yang diterbitkan IMFI, yakni Obligasi IV/2011 dan Obligasi Berkelanjutan I/2012.
Untuk Obligasi Berkelanjutan I/2012 tahap 2 seri A senilai Rp109 miliar yang akan jatuh tempo pada 18 mei 2014, Pefindo berpendapata bahwa IMPFI mampu melunasiknya menggunakan dana internal. Pasalnya, saldo kas dan setara kas perusahaan per akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp108,1 miliar dan rata-rata pembayaran piutang per bulan Rp250 miliar.
(rna)
Lihat Juga :