Harga elpiji 12 kg naik lagi mulai Juli

Rabu, 12 Februari 2014 - 15:05 WIB
Harga elpiji 12 kg naik...
Harga elpiji 12 kg naik lagi mulai Juli
A A A
Sindonews.com – PT Pertamina (Persero) menegaskan akan menaikkan harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram (kg) secara bertahap awal Juli 2014. Kenaikan harga tersebut merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar tidak merugi terus-menerus.

"Kami sudah memberitahukan kepada pihak terkait (kenaikan harga elipiji 12 kg)," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya di sela-sela peresmian Terminal bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).

Rincian kenaikan, pada 1 Januari 2014 kenaikan sebesar Rp1.000, kemudian kenaikan Rp1.000 pada 1 Juli 2014 dan pada 1 Januari 2015 naik lagi sebesar Rp1.500. Selanjutnya pada 1 Juli 2015 naik Rp1.500.

Menurut dia, kenaikan tersebut untuk mencapai harga keekonomian karena dengan harga jual sekarang, perseroan masih merugi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, kenaikan harga elpiji nonsubsidi untuk kemasan 12 kg secara bertahap akan dilakukan hingga mencapai harga keekonomian, sehingga Pertamina tidak lagi mengalami kerugian di bisnis elpiji ke depannya.

"Itu atas rekomendasi BPK, maka harus ditindaklanjuti,” ujar dia.

Ali menjelaskan, penyusunan roadmap telah disetujui di tingkat direksi Pertamina, sehingga keputusan kenaikan harga segera dilakukan.

“Kerugian Pertamina setiap tahun semakin membesar. Kalau dibebankan kepada Pertamina, ini melanggar Undang-undang,” ujar dia.

Dia juga menjelaskan, jika harga jual elpiji 12 kg tidak disesuaikan dengan volume penjualan 959.621 metrik ton (MT) pada tahun ini, diperkirakan bisnis elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg merugi sekitar Rp5,4-Rp7,1 triliun per tahun .

Mengacu pada laporan BPK No 29/S/IX-XX.1/02/2013 tanggal 5 Februari 2013 bahwa Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji kemasan 12 kg dan elpiji kemasan 50 kg selama 2011–Oktober 2012 Sebesar Rp7,73 triliun.

“Selama masih rugi, Pertamina tetap harus menyesuaikan harga jual elpiji kemasan 12 kg,” kata dia.

Sementara mengacu Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 25, harga jual elpiji untuk pengguna elpiji umum ditetapkan oleh badan usaha dengan berpedoman pada harga patokan elpiji, kemampuan daya beli konsumen dalam negeri serta kesinambungan penyediaan dan pendistribusian.

Seperti diketahui, Pertamina pada 1 Januari menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg sebesar Rp3.500 per kg. Namun sepekan kemudian, kenaikan harga tersebut direvisi menjadi hanya Rp1.000 per kg akibat tekanan dari berbagai pihak.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
26 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
40 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved