PT Pos: Pasar jasa kurir di Indonesia Rp149 triliun

Rabu, 12 Februari 2014 - 19:47 WIB
PT Pos: Pasar jasa kurir...
PT Pos: Pasar jasa kurir di Indonesia Rp149 triliun
A A A
Sindonews.com - PT Pos Indonesia (Persero) bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyelenggarakan diskusi panel bertajuk 'Postal Industry Outlook dan Kesiapan Menghadapi ASEAN Economic Community 2015'.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Budi Setiawan menjelaskan, pasar jasa kurir di Indonesia mencapai Rp149 triliun, dari total pasar logistik di Indonesia mencapai lebih Rp1.734 triliun.

"Inilah peluang bisnis industri kita secara umum. Karena itu, potensi pasar yang besar wajar jika pertumbuhan perusahaan dibidang bisnis ini meningkat rata-rata 7 persen. Sehingga persaingan dalam negeri untuk merebut pasar sangat tajam," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Menghadapi kondisi ini, kata dia, semua pelaku bisnis harus bertransformasi bisnis masing-masing. PT Pos Indonesia saat ini sedang dalam proses reposisi menuju Postal Network Company dengan Vision to be a trusted postal service company.

Hal ini sejalan dengan salah satu pasal dalam UU No 38/2009 tentang Pos, yaitu ada kewajiban interconnection antar sesama penyelenggara pos.

Pos Indonesia merupakan BUMN besar dan strategis, dengan jumlah karyawan lebih dari 28 ribu orang dan aset tersebar di seluruh pelosok tanah air hingga ke kota-kota kecamatan, yaitu sebanyak 3.892 Kantor Pos Pemeriksa (KPRK) dan cabangnya.

Sebanyak 3.746 Kantor Pos yang sudah online (64-512 Kbps, dedicated conection) yang diperkuat oleh Agenspos sebanyak 11.835 unit.

"Ini sumber daya dan infrastruktur yang dapat dioptimalkan memperkuat barisan pengembangan industri pos nasional ke depan melalui regulasi interkoneksi yang dimaksud UU 38/2009 tersebut," jelas dia.

Budi mengatakan, kekuatan dan jaringan yang dimiliki Pos Indonesia, mencoba menjadikan leading sector dalam mendistribusikan dokumen dan barang yang nantinya menjadi sebuah titik-titik konektifitas layanan di Indonesia.

"Dengan bergabungnya Pos Indonesia dengan Asperindo, diharapkan semakin melengkapi kapabilitas masing-masing perusahaan industri pos nasional. Yaitu BUMN dan BUMS agar dapat menajdi perusahaan yang lebih tangguh," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pos IND: Lebih dari...
Pos IND: Lebih dari Sekadar Pengiriman, Ini tentang Menyampaikan Harapan
Film Kartu Pos Wini...
Film Kartu Pos Wini Merajut Kenangan Berkirim Surat di Kantor Pos
Pengiriman Paket Pos...
Pengiriman Paket Pos Meningkat Jelang Lebaran
Pos Indonesia Perkuat...
Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga
Tayang 6 April, Film...
Tayang 6 April, Film Kartu Pos Wini Jadi Upaya Pos Indonesia Rangkul Milenial dan Gugah Kesadaran pada Kanker
Pos Giro Cash PT Pos...
Pos Giro Cash PT Pos Indonesia Raih Prominent Awards
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
22 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
47 menit yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
57 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved