Rupiah diproyeksi kembali terapresiasi
Kamis, 13 Februari 2014 - 08:27 WIB
Rupiah diproyeksi kembali terapresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang baru Janet Yellen tentang kondisi terkini perekonomian AS memberi warna cerah bagi laju rupiah untuk menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, menarik untuk mencermati pergerakan laju nilai tukar rupiah yang justru berhasil menguat pasca dirilisnya pidato Gubernur The Fed.
"Jika pada pidato-pidato Gubernur The Fed sebelumnya laju rupiah cenderung terkoreksi, terutama setelah diumumkannya penarikan stimulus The Fed, namun tidak kali ini," kata Reza, Kamis (13/2/2014).
Reza menambahkan, pasca dirilisnya pidato Janet Yellen sebagai Gubernur The Fed yang baru dan merupakan pidato perdana justru memberikan imbas positif bagi laju rupiah.
"Pelaku pasar mencoba mengasumsikan positif, dengan komitmen Janet Yellen untuk memajukan ekonomi AS, maka akan berpengaruh pada laju ekspor Indonesia yang nantinya berimbas positif pada neraca perdagangan," jelas dia.
Positifnya respon market tersebut akan tercermin pada laju rupiah hari ini yang diproyeksi kembali menguat terhadap USD. Selain itu, BI Rate yang dirilis hari ini juga akan mempengaruhi laju rupiah.
"Laju rupiah di atas resisten Rp12.168 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.155-Rp12.104 per USD mengacu kurs tengah BI," tutur dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.115 per USD atau menguat 59 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.174 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg kemarin ditutup pada level Rp12.088 per USD. Posisi ini terapresiasi poin dibanding hari Selasa (11/2/2014) di level Rp12.148 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, menarik untuk mencermati pergerakan laju nilai tukar rupiah yang justru berhasil menguat pasca dirilisnya pidato Gubernur The Fed.
"Jika pada pidato-pidato Gubernur The Fed sebelumnya laju rupiah cenderung terkoreksi, terutama setelah diumumkannya penarikan stimulus The Fed, namun tidak kali ini," kata Reza, Kamis (13/2/2014).
Reza menambahkan, pasca dirilisnya pidato Janet Yellen sebagai Gubernur The Fed yang baru dan merupakan pidato perdana justru memberikan imbas positif bagi laju rupiah.
"Pelaku pasar mencoba mengasumsikan positif, dengan komitmen Janet Yellen untuk memajukan ekonomi AS, maka akan berpengaruh pada laju ekspor Indonesia yang nantinya berimbas positif pada neraca perdagangan," jelas dia.
Positifnya respon market tersebut akan tercermin pada laju rupiah hari ini yang diproyeksi kembali menguat terhadap USD. Selain itu, BI Rate yang dirilis hari ini juga akan mempengaruhi laju rupiah.
"Laju rupiah di atas resisten Rp12.168 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.155-Rp12.104 per USD mengacu kurs tengah BI," tutur dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.115 per USD atau menguat 59 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.174 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg kemarin ditutup pada level Rp12.088 per USD. Posisi ini terapresiasi poin dibanding hari Selasa (11/2/2014) di level Rp12.148 per USD.
(rna)