Rupiah sepanjang Januari masih melemah 0,7%
Kamis, 13 Februari 2014 - 16:49 WIB
Rupiah sepanjang Januari masih melemah 0,7%
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun terus mengalami pelemahan, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus berupaya menjaga penggunaan rupiah untuk transaksi di dalam negeri sesuai dengan Undang-Undang (UU) Mata Uang dan perluasan instrumen dalam transaksi valuta asing (valas).
"Kami tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamental dengan meningkatkan pendalaman pasar valas," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
Agus mengklaim, hasil dari upaya yang dilakukan pihaknya setidaknya telah tercermin pada laju rupiah yang hanya melemah 0,33 persen menjadi Rp12.210 per USD pada penutupan perdagangan bulan Januari 2014 dibanding akhir Desember 2013.
Lebih lanjut Agus menerangkan, rupiah bila dirata-ratakan berada pada kisaran Rp12.075 per USD selama Januari 2014. Pelemahan rata-rata yang dialami rupiah diklaim jauh lebih kecil, yakni sebesar 0,7 persen.
Angka itu jauh lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Pada Desember 2013, pelemahan rata-rata rupiah hingga 3,74 persen.
Dengan perkembangan ini, BI mencatat bahwa indeks nilai tukar rupiah rill efektif (Real Effective Exchange Rate/REER dengan tahun dasar 2006) tercatat 94,2.
"Ini membuat tingkat daya saing harga ekspor Indonesia relatif tinggi," pungkas dia.
"Kami tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamental dengan meningkatkan pendalaman pasar valas," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
Agus mengklaim, hasil dari upaya yang dilakukan pihaknya setidaknya telah tercermin pada laju rupiah yang hanya melemah 0,33 persen menjadi Rp12.210 per USD pada penutupan perdagangan bulan Januari 2014 dibanding akhir Desember 2013.
Lebih lanjut Agus menerangkan, rupiah bila dirata-ratakan berada pada kisaran Rp12.075 per USD selama Januari 2014. Pelemahan rata-rata yang dialami rupiah diklaim jauh lebih kecil, yakni sebesar 0,7 persen.
Angka itu jauh lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Pada Desember 2013, pelemahan rata-rata rupiah hingga 3,74 persen.
Dengan perkembangan ini, BI mencatat bahwa indeks nilai tukar rupiah rill efektif (Real Effective Exchange Rate/REER dengan tahun dasar 2006) tercatat 94,2.
"Ini membuat tingkat daya saing harga ekspor Indonesia relatif tinggi," pungkas dia.
(rna)