Waspada pelemahan lanjutan IHSG di akhir pekan
Jum'at, 14 Februari 2014 - 08:18 WIB
Waspada pelemahan lanjutan IHSG di akhir pekan
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan terakhir pekan ini, diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan pelemahan berada pada support 4.475-4.482 dan resistance 4.525-4.536 lantaran didera tingginya hasrat ambil untung investor.
"IHSG mengenai kisaran target support 4.460-4.485 dan hampir mendekati kisaran target resisten 4.510-4.532. IHSG mencoba untuk bertahan dari downreversal, namun besarnya keinginan untuk profit taking dapat mengubah arah IHSG. Waspadai pelemahan lanjutan IHSG," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/2/2014).
Melihat lajunya secara historkal, IHSG terimbas mulai fluktuatif cenderung melemahnya laju bursa saham Amerika Serikat sebelumnya setelah mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut, berimbas cukup negatif pada laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG.
Bahkan rilis pengumuman BI Rate pada sore harinya juga tidak cukup membantu IHSG untuk bertahan di zona hijau.
"Kemungkinan pelaku pasar sudah mengantisipasi rilis BI Rate yang akan tetap sesuai dengan perkiraan sebelumnya," kata Reza.
Pelaku pasar serta banyak pengamat, Reza mengatakan, kemungkinan melihat belum ada urgensinya BI ikut latah seperti Turki maupun India yang menaikkan suku bunga acuannya karena kian membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia. Pelemahan IHSG tidak mampu diimbangi oleh menguatnya nilai tukar rupiah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.500,32 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.484,29 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.491,66.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, laju positif pada bursa saham Asia tampaknya juga turut tertahan setelah merespon fluktuasinya laju bursa saham Asia.
Apalagi pelemahan terjadi seiring dengan aksi jual pelaku pasar pada saham-saham teknologi yang dinilai sudah overbought dan pelemahan saham-saham batubara seiring beredarnya spekulasi pemerintah China akan membatasi kegiatan penambangan batu bara terkait masalah polusi udara.
"IHSG mengenai kisaran target support 4.460-4.485 dan hampir mendekati kisaran target resisten 4.510-4.532. IHSG mencoba untuk bertahan dari downreversal, namun besarnya keinginan untuk profit taking dapat mengubah arah IHSG. Waspadai pelemahan lanjutan IHSG," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/2/2014).
Melihat lajunya secara historkal, IHSG terimbas mulai fluktuatif cenderung melemahnya laju bursa saham Amerika Serikat sebelumnya setelah mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut, berimbas cukup negatif pada laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG.
Bahkan rilis pengumuman BI Rate pada sore harinya juga tidak cukup membantu IHSG untuk bertahan di zona hijau.
"Kemungkinan pelaku pasar sudah mengantisipasi rilis BI Rate yang akan tetap sesuai dengan perkiraan sebelumnya," kata Reza.
Pelaku pasar serta banyak pengamat, Reza mengatakan, kemungkinan melihat belum ada urgensinya BI ikut latah seperti Turki maupun India yang menaikkan suku bunga acuannya karena kian membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia. Pelemahan IHSG tidak mampu diimbangi oleh menguatnya nilai tukar rupiah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.500,32 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.484,29 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.491,66.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, laju positif pada bursa saham Asia tampaknya juga turut tertahan setelah merespon fluktuasinya laju bursa saham Asia.
Apalagi pelemahan terjadi seiring dengan aksi jual pelaku pasar pada saham-saham teknologi yang dinilai sudah overbought dan pelemahan saham-saham batubara seiring beredarnya spekulasi pemerintah China akan membatasi kegiatan penambangan batu bara terkait masalah polusi udara.
(rna)
Lihat Juga :