Rupiah diprediksi bakal menguat lagi
Jum'at, 14 Februari 2014 - 08:35 WIB
Rupiah diprediksi bakal menguat lagi
A
A
A
Sindonews.com - Ekspektasi membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia membuat nilai tukar rupiah masih bertahan di jalur positifnya. Sejumlah data ekonomi yang juga positif turut menambah amunisi bagi rupiah untuk kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini.
"Rilis tetapnya BI Rate (suku bunga acuan BI) kali ini turut membuat laju nilai tukar rupiah tidak mengalami pelemahan karena pelaku pasar lebih melihat pada keputusan tetapnya BI Rate untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat pasca BI Rate dinaikkan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/2/2014).
Di sisi lain, dia menjelaskan, kembali menarik melihat pergerakan laju nilai tukar rupiah yang berhasil menguat di tengah pelemahan sejumlah mata uang negara berkembang, antara lain dolar Australia, rupee, dolar Taiwan, dolar Singapura dan lainnya.
Bahkan, rilis defisit neraca berjalan ikut turun signifikan menjadi USD4 miliar atau 1,98 persen dari PDB turut menambah sentimen positif.
"Laju rupiah di atas resisten Rp12.104. Rentang rupiah di kisaran Rp12094-12055 mengacu kurs tengah BI," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.073 per USD atau menguat 42 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.115 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.980 per USD. Posisi ini terapresiasi tajam 108 poin dibanding hari Rabu (12/2/2014) di level Rp12.088 per USD.
"Rilis tetapnya BI Rate (suku bunga acuan BI) kali ini turut membuat laju nilai tukar rupiah tidak mengalami pelemahan karena pelaku pasar lebih melihat pada keputusan tetapnya BI Rate untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat pasca BI Rate dinaikkan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (14/2/2014).
Di sisi lain, dia menjelaskan, kembali menarik melihat pergerakan laju nilai tukar rupiah yang berhasil menguat di tengah pelemahan sejumlah mata uang negara berkembang, antara lain dolar Australia, rupee, dolar Taiwan, dolar Singapura dan lainnya.
Bahkan, rilis defisit neraca berjalan ikut turun signifikan menjadi USD4 miliar atau 1,98 persen dari PDB turut menambah sentimen positif.
"Laju rupiah di atas resisten Rp12.104. Rentang rupiah di kisaran Rp12094-12055 mengacu kurs tengah BI," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.073 per USD atau menguat 42 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.115 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.980 per USD. Posisi ini terapresiasi tajam 108 poin dibanding hari Rabu (12/2/2014) di level Rp12.088 per USD.
(rna)