Lutfi janji selesaikan polemik beras Vietnam

Jum'at, 14 Februari 2014 - 18:17 WIB
Lutfi janji selesaikan...
Lutfi janji selesaikan polemik beras Vietnam
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menargetkan polemik perihal beras impor asal Vietnam yang beberapa hari ini mewarnai pasar tanah air, dapat diselesaikan setidaknya pekan depan.

"Kita akan galakkan komunikasinya biar jalan semua. Rencananya tengah minggu depan, paling lambat hari Kamis," kata Lutfi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (14/2/2014).

Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait dalam waktu dekat.

"Rencananya minggu ini akan rapat koordinasi dengan empat institusi pemerintah dan kita komitmennya begini, kalau ada yang salah kita hukum kalau memang kelemahan sistem kita perbaiki sistemnya," ujar dia.

Sebelumnya diberitaka, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kejanggalan di balik kebijakan impor beras Vietnam yang menyulut kontroversi.

Kejanggalan pertama, adanya perbedaan jenis beras impor tersebut. "Mengapa Bea Cukai HS (harmonized system)-nya langsung dinyatakan low risk dan tidak high risk," kata Kepala BPK, Hadi Purnomo di Denpasar beberapa waktu lalu.

Kejanggalan kedua, sambung dia, adanya penyatuan hak dari dua peraturan yang berbeda. Ada perbedaan peraturan Permendag Tahun 2008 dan Permendag Tahun 2012. "Yang mana ada penyatuan hak, kok bunyinya ada perbedaan jenis beras tapi kok HS-nya jadi satu," ujarnya.

Kejanggalan ketiga, adanya ketidaktransparanan surveyor luar negeri yang ditunjuk pemerintah. Itu terlihat dari tidak dicantumkannya segala hal berkaitan dengan impor beras Vietnam itu dengan detil.

"Mengapa surveyor yang kita bayar di luar negeri oleh pemerintah tidak dicantumkan perincian dari pada ini. Nanti kita lihat semuanya," kata Hadi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
36 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
1 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
2 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
2 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
3 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
4 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved