IHSG awal pekan diprediksi melaju di zona hijau
Senin, 17 Februari 2014 - 08:15 WIB
IHSG awal pekan diprediksi melaju di zona hijau
A
A
A
Sindonews.com - Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mixed diperkirakan akan berpotensi membuat bursa Asia bergerak mixed awal pekan ini, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menghijau didorong positifnya laju rupiah.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang untuk bertahan dalam zona positif awal pekan ini ditopang oleh penguatan rupiah terhadap dolar AS serta tren positif bursa global akhir pekan lalu. IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran level support 4.491-4.499 dan level resistance 4.520-4.528," terang analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (17/2/2014).
Secara historikal, dia mengatakan, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu (14/02) kembali berhasil ditutup positif dan berhasil melakukan technical rebound setelah ditutup dalam kondisi flat sehari sebelumnya.
"IHSG kali ini terlihat berhasil ditutup melewati level psikologis 4.500. Penguatan IHSG terlihat mengikuti tren penguatan bursa AS malam sebelumnya yang dipengaruhi oleh sentimen domestik," kata dia.
Sementara bursa regional Asia lainnya terlihat ditutup dalam tren mixed. Penguatan IHSG juga terlihat ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD yang mulai bergerak di bawah Rp12.000 per USD.
Sektor-sektor industri dalam IHSG mayoritas terlihat menguat kecuali sektor industri dasar dan Pertambangan, sementara investor asing terlihat membukukan net buying tipis sebesar Rp44,4 miliar akhir pekan lalu.
Sementara dari luar negeri, bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat ditutup merata menguat baik itu bursa Eropa maupun bursa AS.
Penutupan positif bursa Eropa di akhir pekan lalu tersebut dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi zona Eropa per kuartal IV/2013 yang lebih baik dari perkiraan konsensus, yaitu dari minus 0,3 persen yoy di kuartal IV/2012 menjadi 0,5 persen yoy di kuartal IV/2013 atau di atas level konsensus yang berada pada level 0,4 persen yoy.
Selain itu, prospek pergantian PM Italia setelah PM Italia Enrico Letta mengundurkan diri juga disambut positif oleh investor di Rropa. Kandidat kuat penggantinya, Matteo Renzi juga berpotensi diterima dengan baik oleh pasar.
Sementara investor di AS tampaknya tidak terlalu khawatir dengan data mixed ekonomi AS akhir pekan lalu, di mana bursa AS tetap berhasil ditutup positif akhir pekan lalu.
Data ekonomi AS yang mixed di hari tersebut, yaitu data positif dari Indeks Sentimen Konsumen AS per Februari yang tumbuh diatas level konsensus, yaitu di level 81,2 atau lebih baik dari level konsensus di level 80,6.
Ada juga data negatif dari penurunan indeks produksi industrial di bulan Januari 2014 dari 0,3 persen di Desember 2013 menjadi –0,3 persen di Januari 2014 atau lebih rendah dari level konsensus di level 0,3 persen.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang untuk bertahan dalam zona positif awal pekan ini ditopang oleh penguatan rupiah terhadap dolar AS serta tren positif bursa global akhir pekan lalu. IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran level support 4.491-4.499 dan level resistance 4.520-4.528," terang analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (17/2/2014).
Secara historikal, dia mengatakan, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu (14/02) kembali berhasil ditutup positif dan berhasil melakukan technical rebound setelah ditutup dalam kondisi flat sehari sebelumnya.
"IHSG kali ini terlihat berhasil ditutup melewati level psikologis 4.500. Penguatan IHSG terlihat mengikuti tren penguatan bursa AS malam sebelumnya yang dipengaruhi oleh sentimen domestik," kata dia.
Sementara bursa regional Asia lainnya terlihat ditutup dalam tren mixed. Penguatan IHSG juga terlihat ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD yang mulai bergerak di bawah Rp12.000 per USD.
Sektor-sektor industri dalam IHSG mayoritas terlihat menguat kecuali sektor industri dasar dan Pertambangan, sementara investor asing terlihat membukukan net buying tipis sebesar Rp44,4 miliar akhir pekan lalu.
Sementara dari luar negeri, bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat ditutup merata menguat baik itu bursa Eropa maupun bursa AS.
Penutupan positif bursa Eropa di akhir pekan lalu tersebut dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi zona Eropa per kuartal IV/2013 yang lebih baik dari perkiraan konsensus, yaitu dari minus 0,3 persen yoy di kuartal IV/2012 menjadi 0,5 persen yoy di kuartal IV/2013 atau di atas level konsensus yang berada pada level 0,4 persen yoy.
Selain itu, prospek pergantian PM Italia setelah PM Italia Enrico Letta mengundurkan diri juga disambut positif oleh investor di Rropa. Kandidat kuat penggantinya, Matteo Renzi juga berpotensi diterima dengan baik oleh pasar.
Sementara investor di AS tampaknya tidak terlalu khawatir dengan data mixed ekonomi AS akhir pekan lalu, di mana bursa AS tetap berhasil ditutup positif akhir pekan lalu.
Data ekonomi AS yang mixed di hari tersebut, yaitu data positif dari Indeks Sentimen Konsumen AS per Februari yang tumbuh diatas level konsensus, yaitu di level 81,2 atau lebih baik dari level konsensus di level 80,6.
Ada juga data negatif dari penurunan indeks produksi industrial di bulan Januari 2014 dari 0,3 persen di Desember 2013 menjadi –0,3 persen di Januari 2014 atau lebih rendah dari level konsensus di level 0,3 persen.
(rna)
Lihat Juga :