Merger dan akuisisi selamatkan Axis dari kebangkrutan

Senin, 17 Februari 2014 - 10:52 WIB
Merger dan akuisisi...
Merger dan akuisisi selamatkan Axis dari kebangkrutan
A A A
Sindonews.com - Sejumlah praktisi dan ahli telekomunikasi menilai merger dan akuisisi merupakan solusi tepat untuk menyelamatkan PT Axis Telekom Indonesia (Axis) yang saat ini tengah sekarat di ambang kebangkrutan.

Selain untuk menyelamatkan pelanggan, aksi korporasi itu juga mendorong industri lebih sehat dan menyelamatkan pemasukan bagi negara.

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Menara Telekomunikasi Indonesia (Asprintel) mengatakan, konsolidasi dalam bentuk merger dan akuisisi memang menjadi solusi bagi para operator telekomunikasi, khususnya Axis.

“Saat ini, konsolidasi merupakan sebuah kenicayaan. Operator di Indonesia sangat banyak bila dibanding negara-negara lain di dunia,” ujar Tagor saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/2/2014).

Merger dan akuisisi, menurut Tagor, akan menjadi penyelamat bagi Axis. Bila Axis bisa diselamatkan, maka vendor tower pun akan bisa turut selamat.

“Saat ini, kami terikat kontrak 10 tahun dengan Axis. Bila bangkrut, maka beban vendor tower juga akan berat sebab kami harus menanggung beban gaji pegawai dan akan kesulitan melakukan pengembalian investasi yang sudah terlanjur dibangun,” kata Tagor.

Presiden Direktur dan CEO Axis Erik Aas menyatakan, merger dan akuisisi Axis oleh XL merupakan langkah tepat untuk mengatasi kesulitan keuangan operasional perusahaan.

“Sejak awal tahun 2013, pemegang saham perusahaan sudah tidak lagi mengucurkan dana, sehingga Axis mengalami kesulitan aspek keuangan termasuk membayar BHP Frekuensi,” kata Erik, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR pekan lalu.

Saat ini, Saudi Telecom Company (STC) menguasai 80,1 persen saham Axis. Menurut Erik, bila tak ada penyelamatan, Axis kemungkinan tidak akan mampu membayar Bea Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi kepada pemerintah. Itu artinya, negara terancam tidak mendapat pemasukan.

Selain itu, 17 juta pelanggan Axis akan terancam tidak bisa menikmati layanan Axis, sehingga secara tidak langsung penyelamatan Axis juga menyelamatkan pelanggan.

Head of Corporate Communications Axis Anita Avianty menambahkan, saat ini perusahaan terus berupaya keras melayani pelanggan. “Saat ini pelanggan kami masih beruntung masih bisa menikmati layanan Axis. Tapi ke depan, kondisinya akan semakin berat,” kata Anita.

Saat ini Axis menghadapi dua pilihan sulit, yakni Axis kemungkinan besar bangkrut, atau selamat melalui merger dan akuisisi. “Merger dan akuisisi adalah win win solution, karena semua stakeholders diuntungkan,” kata Anita.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, menegaskan telah menyetujui merger XL dan Axis. Persetujuan merger pada prinsipnya juga untuk menyelamatkan negara dari kerugian yang lebih besar. Jika merger tidak dilakukan, Axis tidak akan bisa membayar tanggungannya kepada pemerintah. Selain menyelamatkan keuangan negara, merger XL-Axis akan menyelamatkan pelanggan AXIS.

"Mereka (Axis) itu sebenarnya sudah bangkrut dan XL mau membayarkan utang-utang Axis termasuk kepada negara sebesar Rp 1 triliun. Jika tidak segera diambil langkah merger, maka Axis tidak akan bayar Rp1 Triliun BHP pitanya di tahun 2013 dan negara akan rugi. Dengan adanya merger, dari mereka, pemerintah mengambil 2x10 MH di 2,1 GH 3G dan selanjutnya akan dilelang atau beauty contest pada tahun 2014. Di tahun pertama kita kelola bisa menghasilkan Rp1 Triliun,” tutur Tifatul.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Cara Cek Nomor Axis,...
5 Cara Cek Nomor Axis, Mudah dan Praktis!
Cara Registrasi Kartu...
Cara Registrasi Kartu Axis 2022 Paling Gampang dan Cepat
6 Cara Cek Nomor Axis...
6 Cara Cek Nomor Axis dengan Mudah, dari Gratis hingga Berbayar
Mabar Sepuasnya? Kenapa...
Mabar Sepuasnya? Kenapa Nggak!
Hadiah Istimewa untuk...
Hadiah Istimewa untuk Pelajar dan Mahasiswa
Kompak Ngabuburit Walau...
Kompak Ngabuburit Walau Berjarak
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved