Harga minyak di perdagangan Asia bervariasi

Selasa, 18 Februari 2014 - 14:13 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia bervariasi
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi (mixed), dengan cuaca dingin di Amerika Serikat (AS) mendorong permintaan bahan bakar pemanas lebih tinggi dan kenaikan pertumbuhan kredit di China. Investor sendiri menunggu lead segar setelah penutupan pasar keuangan di AS, terkait hari libur nasional.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret diperdagangkan di angka USD100,71 per barel, naik 41 sen dari penutupan Jumat (14/2/2014). Sementara minyak mentah Brent North Sea, patokan Eropa untuk April turun sembilan sen menjadi USD109,09 per barel.

"Saat ini kita melihat kenaikan pertumbuhan kredit China menjadi kejutan, berbalik dengan musim dingin di AS yang memberikan dukungan jangka pendek untuk WTI," kata Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Selasa (18/2/2014).

Bank Sentral China (People's Bank of China/PBoC) melaporkan pinjaman bank-bank di China mencapai angka sekitar 1,3 triliun yuan (USD214 miliar) pada Januari 2014. Sementara pada Desember 2013, bank hanya memberikan pinjaman baru 482,5 miliar yuan.

Investor juga menunggu data awal indeks manajer pembelian (PMI) China dari raksasa perbankan Inggris, HSBC pada Februari 2014, yang akan dirilis Kamis (20/2/2014). Data ini sebagai salah satu petunjuk dari kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Seperti diketahui, PMI China Januari, pada sektor kunci manufaktur mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan.

Di sisi lain, Phillip Futures menyebutkan, bahwa cuaca sangat dingin di Amerika Serikat juga membantu mendorong harga minyak lebih tinggi karena permintaan kuat untuk bahan bakar pemanas.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
10 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved