Aset wisata Indonesia belum terjual maksimal

Selasa, 18 Februari 2014 - 18:17 WIB
Aset wisata Indonesia...
Aset wisata Indonesia belum terjual maksimal
A A A
Sindonews.com - Belum semua pihak menyadari jika Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa untuk dijadikan aset dalam pengembangan wisata. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pengetahuan akan wisata, baik pemerintah, pengusaha maupun masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram), Suhendroyono di kampus setempat, Selasa (18/2/2014) dalam persiapan seminar internasional 'Suistanable Tourism Development Based on Tourism Behavior' di Inna Garuda Hotel, 24-26 Februari mendatang.

Hendro, sapaan akrabnya menuturkan, pariwisata di negara ini stagnan dan tidak berkembang, bahkan tertinggal dari negara tetangga Malaysia.

"Tiga pilar pariwisata, yakni pemerintah, masyarakat maupun pengusaha seringkali tidak menyadari aset yang dipunyai, baik alam, budaya, masyarakat, kuliner dan sebagainya. Persoalan inipun membuat angka perjalanan wisata di Indonesia, khususnya wisatawan asing tak banyak meningkat," ujarnya.

Hendro menuturkan, tingkat kunjungan wisatawan asing bahkan cenderung mengalami penurunan. Pada 2013 misalnya, angka kunjungan wisata turis asing di Indonesia hanya 6,4 juta. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jika dibandingkan dengan kunjungan wisatawan domestik, sangat jauh berjarak.

"Di Indonesia, angka perjalanan wisata sebenarnya cukup tinggi, namun baru di tingkat domestik. Dari total 234 juta penduduk, angka perjalanan wisata domestik bisa mencapai 234 juta penduduk pertahunnya. Hal itu terjadi karena pemerintah, masyarakat maupun pengusaha bisa menjual pariwisata mereka," tuturnya.

Menurut Hendro, seharusnya fenomena pariwisata Indonesia bisa digarap dengan lebih optimal agar perjalanan wisata tidak hanya di tingkat domestik namun di level internasional. Ia sendiri meyakini, jika digarap apik, pariwisata saja bisa membuat Indonesia kaya.

"Karena itulah tiga pilar pariwisata harus mampu bersinergi dalam mengembangkan tourism behavior atau pariwisata Indonesia yang berbasis kearifan lokal. Sehingga keunikan Indonesia bisa dijual sebagai aset pariwisata yang berharga. Namun pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal tidak bisa dikembangkan tanpa dukungan infrastuktur dan sinergitas antar stakeholder," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved