Bursa berjangka RI berpotensi jadi acuan harga dunia

Senin, 24 Februari 2014 - 10:56 WIB
Bursa berjangka RI berpotensi...
Bursa berjangka RI berpotensi jadi acuan harga dunia
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sutriono Edi mengatakan, industri perdagangan berjangka komoditi Indonesia, masih memiliki potensi sangat besar untuk menjadi acuan harga dunia.

Hal tersebut mengingat Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, baik yang terbarukan (produk pertanian seperti kakao, kopi, dan minyak sawit mentah) serta tidak terbarukan (pertambangan dan mineral seperti emas, timah, batu bara, nikel, dan bauksit).

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya optimal dikembangkan. Karena masih cukup banyak komoditi andalan ekspor yang belum menjadi subyek kontrak berjangka di bursa berjangka.

"Saat ini banyak sekali komoditi ekspor Indonesia yang diperdagangkan di bursa berjangka luar negeri. Karena itu diharapkan bursa berjangka di Indonesia bekerja keras menciptakan subyek kontrak berjangka. Tujuannya agar harga yang tercipta di bursa dapat menjadi acuan harga dunia bagi perdagangan komoditi," kata Edi dalam rislianya, Senin (24/2/2014).

Menurutnya, harga crude palm oil (CPO) yang diperdagangkan di bursa berjangka komoditi Indonesia sudah menjadi harga patokan ekspor. Sementara, kakao menjadi salah satu referensi harga internasional. Untuk komoditi timah yang diperdagangkan di bursa timah Indonesia, harganya sudah mencerminkan harga yang terjadi di bursa internasional.

Dia menujelaskan, industri bursa berjangka di Indonesia dimulai sejak 1997 di bawah UU No 32/1997 dan telah diubah dengan UU No 10/2011. Bursa yang pertama di Indonesia adalah Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang didirikan pada 2.000. Kemudian pada 2010 Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (Indonesian Commodity and Derivatif Exchange) didirikan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengalaman Investasi...
Pengalaman Investasi Nasabah Jadi Strategi Utama Perusahaan Berjangka Komoditi Ini
Menambah Kepercayaan...
Menambah Kepercayaan Publik ke Industri Perdagangan Berjangka Komoditi
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Sabet Top Achievers...
Sabet Top Achievers dan Rating dari Bappebti, Broker Berjangka Ini Jaga Transparansi
Lembaga Kliring Dinilai...
Lembaga Kliring Dinilai Berperan Penting dalam Perlindungan Masyarakat
Waspada! 100 Domain...
Waspada! 100 Domain Situs Ilegal di Perdagangan Berjangka Komoditi Sudah Diblokir
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved